16.12.14

14.11.14

Opini ku tentang Jilbab dan Wanita Cantik

Standard
Selamat membaca,
dan sebelumnya saya mau minta maaf jika mungkin menyinggung. seutuhnya tulisan ini hanya sebuah opini, dan saya tak bermaksud untuk menjelekkan suatu pihak atau apapun. dan semoga jika memang ada yang menyalah gunakan, segeralah berubah. jangan kamu kotori jilbab yang sedang kamu pakai dengan kelakuan mu yang masih belum "terjaga".

Standard
aku mati ?
terganti ?
dan mulai tak dikenal di  ragam kepala
mungkin harus menjadi pemimpin para manusia dulu biar aku kau kenal selalu tanpa jeda atau lupa
kau kangen
kau fikirkan selalu
kau khawatirkan dengan berlebih
hingga tak cuma kau, tapi hingga kalian..

dari wanita yang selalu ingin menjadi nomor satu dan satu-satunya..

22.10.14

6.10.14

18.9.14

11.8.14

Telaga

Standard
Dua hari yang lalu awan datang dengan cara yang tak biasa, mungkin karna angin juga turut berubah oleh kehangatan yang ada dipermukaan berkurang atau entahlah. Aku yang melihatnya sedikit aneh, udara lebih terasa dingin dari biasanya. Dan itu semua bersamaan dengan menghilangnya sekelumit dari dirimu.

27.7.14

antara AR dan RA

Standard
Inisial AR atau RA saya tuliskan kamu dalam tulisan saya ini.. tentang hal yang saya sukai dari kamu
Mungkin membingungkan, namun sejujurnya saya sedang lupa mengenai nama asli kamu...

. kamu sulit untuk saya tebak
. kamu yang terkadang manja seperti anak kecil
. kamu yang hadir disaaat yang tepat
. kamu ga suka trasi udang ebi dan sejenisnya
. cara kamu menunggu saya

21.7.14

Cinta Pulang

Standard
Perasaan pada hati. Tiada yang mengerti, kapan kan berubah. Kapan kan datang rasa, kapan kan pergi cinta. Barusan merasa rindu, namun lambat laun menjadi lara hati. Temu dan tatap, usai merindu merasa sedih. Kemudian tersenyum, mengganti sedih dilipur lara. Yang 'selalu' masi disadari tak ada. Karna semudah membalik tangan, tuhan merubah ini. Sapa aku dalam doamu, karna seperti itu aku. Semoga doa kita yang mempu membuat kita bertahan untuk saling mengembali.

31.5.14

Detak Hati Yang Hilang 6

Standard
Hujan itu datang untuk kesekian kalinya. Udara semakin dingin, ia tak tinggalkan lampu ataupun kayu bakar. Aku ingin beranjak, biarkan aku pergi. Hujan semakin deras namun terdengar lirih suara tawa yang ku kenal, suara yang kuharap kedatangannya. Bersama besarnya hujan, berharap kau segera pulang.

24.5.14

Detak Hati Yang Hilang 5

Standard
Dia telah membuka matanya sepagi ini, matanya makin sendu senyumnya makin kandas dan oranye atau biru tak nampak. Gerakannya pelan menyambut hari, bangun dari tempat tidurnya. Mengusap pelan kelopaknya mengusir bayangan bayangan blur sisa tidur semalam. Jalannya gontai menuju jendela, membuka tirai, langit tak serendah yang lalu. “mungkin ia sudah mulai berhenti memikirkan tentang rindunya”, matanya kosong kini melempar pandangannya lebih jauh keluar jendela.
Dirumah itu kini ia tertegun seharian, enggan ia keluar. Gembok menggandeng erat pintunya, siapa yang menyekapnya? Kemarin aku melihatnya bersapa dengan langit meski kemudian ia menangis.
Air mata turun pelan dari sisi tengah mata kanannya. Lagi.

17.5.14

10.5.14

Detak Hati Yang Hilang 3

Standard
sebelumnya di Detak Hati Yang Hilang 2

Hujan yang tak ku taui judulnya itu datang. Membawa dingin semerbak lara, kufikir mendung kemarin tak berlajut menjadi turunnya hujan, sengaja aku tak membawa payung hitamku. Basah kering dingin bahagia ataupun lara ingin ku rasakan langsung biar menyentuh tubuh.

3.5.14

Detak Hati Yang Hilang 2

Standard
sebelumnya di Detak Hati Yang Hilang



aku menyukaimu.
tak apa kita tak slalu bersama, namun pastikanlah tiap pertemuan yang kan hadir adalah sebagai penguat kita.dan rentangan waktu yang membuat jarak – jarak terhadap kita, tanamkan disepanjang jalannya adalah kesetiaan. biar aku dan kamu tau kemana arahnya pulang, yaitu "kita".

26.4.14

Detak Hati Yang Hilang

Standard
Aku menyambangimu dengan diam. Aku menantikan hadirmupun dengan diam. Dan saking diamnya hingga kau tak mengerti. Merasa bahasa yang ada tak cukup untuk membahasakan ingin dariku terhadapmu. Dimata yang lain aku tak seperti seorang yang sedang gandrung terhadap sosokmu yang begitu ku rahasiakan.

19.4.14

Terungkap Semua Isi Hatiku, Andai Matamu Melihatku

Standard
Aku kisahkan tentangmu lagi. Karna kamu begitu menarik untuk ku tulis, untuk ku bayangkan, untuk ku mimpikan dan untuk ku dambakan. Kini aku sekarang sedang menghayalkan kamu dan aku. Kita akan pergi. Ada gunung yang menjulang disana. Dipuncaknya ada keindahan yang aku yakin melebihi dari apa yang kita pernah lihat di daratan ini. Ayo, maukan kamu pergi bersamaku keatas sana. Kita berjuang bersama untuk menuju satu yang indah diatas sana. Aku memang belum pernah mencapai ketinggian itu. Tapi entah, ada yang mengatakan pada hatiku disana ada hal yang indah. Maukan? Yah kamu mau kan?

12.4.14

Seseorang yang Kunikmati Sendiri

Standard
Dirimu. . begitu asyik kunikmati sendiri. Bagitu bermakna kumiliki sendiri. Mungkin begitu egois ku sembunyikan dirimu dari dunia, dari tiap kedip mata yang ingin melihat, ingin mengetahui.
Tiap sisi dari hatiku, mengagumi diri kamu. Kamu begitu membuat hidupku lebih dan menjadi memiliki rasa. Aku yang memilikimu sendiri. Tanpa persetujuan dari kamu yang memiliki tubuh itu, senyum itu, gestur itu. Maaf, mungkin aku seperti mencuri “dirimu” tanpa kau atau mereka ketahui. Lalu menikmatinya dengan lantunan lagu perancis yang mendayu romantis.

5.4.14

Embun Yang Menguap

Standard
Embun Yang Menguap

Terbangun dari malam, segelas kopi yang terminum kemarin masih menyisakan seteguk. Laptop yang masih menyala. Ternyata sudah pukul delapan. Mata masih merabun, remang cahaya lampu mendeskripsikan bingkai foto, karpet, ranjang. Lalu apalagi yang harus diingat, dirasa, dilakukan.