30.6.12

My friend

Standard
Saat kembali aku bertemu dengan irama ini
Sejenak jiwaku menyambangi sosoknya
Rasa sepi itu aku bisa rasa
Meski tawa adalah sisipan cerita yang slalu ia cipta
Tapi entah apa saat aku
Melihat bahasa halus dari matanya
Aku tau betapa dalam rasa kesepiannya
Saat tawa atau canda tak sapa
Aku ingin tau dari setiap ruang hatinya
Dan apa yang akal dan nurani percakapkan
Kurasa rasa sepinya itu yang membawanya pada jalan itu
Tintaku kini mulai surut, pena yang ku pegang
Karna aku tak dapat lagi mengisi pena ini dengan apa yang kutau
Karna tinta pena ini hanya terisi
Saat aku bisa memeluk bahasa matanya..


by Rania Lana Rifat

Pungguk dan Senandung Rembulan Hitam

Standard
Senandung rembulan hitam
Terlihat kembali menghiasi langit yang kacau
Rangkaian rasi bintang di langit sana
Tak menuntun sang pungguk kembali
Tersesat oleh imaginasi, buaian indah ang langit hati
Menengadah melihat kearah rembulan hitam itu
Mengikuti buai demi buai langit hati lewat rasi bintang yang sesat
Oh aku hanya ingin kembali
Tlah cukup lama aku menengadah kearahmu
Waktu demi waktu aku jalani untukmu
Namun mengapa yang ku dengar, yang ku lihat kian..
Senandung rembulan hitam
Tundukan kepala ia pun melihat
Genangan air pantulkan wajahnya
Oh aku hanyalah seorang pungguk..
Yang tak seharusnya mengais sedikit keindahan


by Rania Lana  Rifat

Ungkapan hati

Standard
Aku ingin dia tak perlu tau
Tentang senyumku yang bukan karnanya
Tentang rasaku yang tak teruntuknya
Tentang tangisku yang ingin terhibur bukan dengannya
Tentang rinduku yang takkan terbalas
Jikalah laku dan bahasa
Aku merasa lelah
Karna takkan dimengerti ayau
Ia tak mau mengerti
Merasa sedikit lelah dengan kisahku
Sayup cinta tak ku rasa bersamanya


by Rania Lana Rifat

Cinta Buta

Standard
Dan apa daya hati yang telah emilih
Meski perih dan air mata yang menyapa
Biarlah..
Apa daya rasa yang telah jatuh hati
Mesi kenyataan tak pernah mau mengerti
Biarlah..
Apa daya akal yang telah tak mampu berfikir
Meski terasa tak mungkin asa untuk tergapai
Biarlah..
Alunan nada dari jiwa yang mengharap
Terasa air mata sebagai bahasa
Bahwa..
Ia masih menanti
Ia masih merindu
Ia masih ingin mendengar
Cinta dari penantiannya yang pasti
Namun serasa semu


by Rania Lana Rifat