12.5.12

Dalam Hati Siapa Tau

Standard
Rasa perih yang tlah menyapaku
Aku jauh terlalu jauh aku menatap
Menatapmu diriku kita
Tak sampai hati aku berfikir
Dan tak sampai akal aku mengira
Cinta akan begitu sakit
Rasa tak terbalas dengan kasih
Ketidak sempurnaannya trrlambat ku ketahui
Karna hanya keistimewaan yang dia miliki
Tutup semua tentang sisi lain
Masa lalu indah kembali
Sosok kekasih baginya kembali tanpa sebuah kepastian namun,
Rapuh hati tiada kuat menopang rasa yang sempat jua hilang
Mencoba meraih tapi tanpa ia lihat
Satu dan hanya satu cinta tlah untuknya
Selimutinya dengan jiwa yang baru merasa sempurnanya cinta
Kekhilafan yang belum dapat termaafkan
Namun cinta disini tak bisa berdusta
Enggan untuk berpaling..


By Rania Lana Rifat

Tauku Inginku

Standard
Tauku ingin menyapa dirimu menjadikan
Kata kata ini dapat kutulis
Dapatku rangkai dengan indah
Tanpa batas
Tauku ingin bahwa kata yang kurangkai
Slama ini kau baca
Tauku ingin hanya sepi yang kudapat
Rasa rindu ini menyapaku
Tauku imngin waktu membuatku bertahan
Dan ingin ku tahu
Dirimu..


By Rania Lana Rifat 

Hembus Yang Kurindu

Standard
Dan kini hembus itu kembali menyapaku
Rapuh jiwaku membuka mata
Yang masih menunggu
Namun raga ditempat rapuhnya jiwaku
Terbelenggu sebuah rasa cinta semu
Yang terasa nyata ketika amarah
Atau sang cemburu sang bahasa berkata
Rapuh masih jiwaku masih
Inginkan hembusmu kembali
Tiupkan perlahan bagian nyawaku
Kuatkan jiwaku, aku yang raouh
Jiwaku yangt rapuh
Tubuhku yang terbelenggu
Hembusmu..

Tapi Tentang Dirinya

Standard
Tak bisa aku pungkiri
Saat sedih saat sepi
Bukanlah sosokmu yang hadir dalam benak ini
Rindu hanya ungkapan kata yang terbata
Yang aku tau pasti rindu ini takkan tersampaikan
Yang hanya aku bisa rasa tanpa bahasa
Cinta dari dia yang masih selimuti hati ini
Hanya aku yang tau
Kenyataan tlah menepikan sosoknya dari hidupku
Tapi apa dayaku cinta dan rindu masih untuknya
Meski aku tau ini kebodohanku
Rasa yang tak kan terjawab
Dalam hati ini ingin ku sampaikan padamu
Kembalilah..
Wahai sayangku...
Aku yang masih terjebak disini
Terjebak rasa  yang kau beri dulu dan segala kenangan itu
Masihlah dirimu


By Rania Lana Rifat

11.5.12

Pelukan Rasa

Standard
Dalam setiaku pada sang waktu
Aku hadirkan kau dalam nyataku
Dalam setiaku pada sang kehidupan
Aku hadirkan kau dalam tiap lelap tidurku
Lelahku takkan jadi sesuatu yang berarti
Penatku tak halangi raga yang bersemikan jiwa yang kasmaran
Saat lembut wangi tubuhm,u redamkan rindu
dan beribu makna yang kau beri dalam hidupku
dalam diriku
Rasa ini semakin erat mendekap hatimu
Berharap waktu tak ubah cerita yang ku hayalkan...


By Rania Lana Rifat

Dirinya

Standard
Baris demi baris aku tulis
Beribu kata tlah ku tata
Bahasa ku yang terbatas
Mencoba menjabarkan dirimu
Dengan sederhana..
Jiwaku rasuki relung relung hatimu
Dengan sederhana
Jiwaku meminta pintu pintu tiap rasa indahmu
dapat terbuka perlahan untuk rontaan jiwaku
Hadirmu inginku dekap sepanjang waktu
Semampuku hingga ku lesap
Sekuatku hingga aku tak mampu
Agar..
Kau tau betapa aku kagumi dan dambamu


By Rania Lana Rifat

Aku merindu

Standard
Hari hari inginku jadikan kau adalah sebuah titian
Titian rasaku yang mengalun tak beraturan
Yang rasaku teriundah menyapa untuk hatinya
Waktu waktu inginku jadikan kau penembus batas
Hatiku yang kian mengaguminya
Yang tak mampu untukku merelakannya pergi
Yang ku impi saat ku tiada arti
Duhai dirimu yang rajai alam fanaku
Kau yang slalu ada dalam aku tertatih
Aku berdiri aku mendamba aku mencinta
Jerat hatiku ingin ku lepas bersama dirimu
dan aku merindu


By Rania Lana Rifat

Galau

Standard
Jangan cintaiku sepenuh hati
saat ini...
Jangan rindu aku sedalam hati
saat ini..
Jangan pedulikan aku setinggi hati
Saat ini terbit sang surya
Hingga masa semua sedalam hati saat ini
Lalu kemana cinta, rindu, dan peduli
Saat sang surya tlah tenggelam
Bahwa setiap hati akan berbatas

By Rania Lana Rifat

Imaginasi Sang Api Diri

Standard
Andai ku miliki beribu tentara
Ingin ku bantai dirimu oleh mereka
Andai ku miliki beribu pisau
Ingin ku lempar semua pada tubuhmu
Andai kumiliki peralatan perang mutakhir
Takkan ku hancurkan negri adidaya itu
Tapi kau yang kuhancurkan
Andai ku seorang kuasa
Inginku luluh lantahkan semua
Andaiku wolfrine..
Inginku cabik  hingga hancur dirimu
dan andai..
Andai waktu dapat kuputar
Tak akan ku biarkan diriku mengenalmu
dan senyatanya
Aku hanya dapat merelakan semua
Dengan benci dan hasrat yang kuredam perlahan


By Rania Lana Rifat

Tak Seperti Dirimu

Standard
Aku mungkin tak sebijak dirimu
Aku mungkin tak sedewasa dirimu
Aku mungkin tak sepandai dirimu
Dirimu yang menghanyutkan
Dirimu yang begitu tinggi
Dirimu yang begitu istimewa
Kebodohan yang memintarkanmu
Kejujuran yang menjahatkanmu
Ketakutan yang membakarmu
Setidaknya...
Kurang bijakku tak bodohi diriku
Kurang dewasaku tak lukaimu
Ketidak pandaianku tak bohongi dirimu
Tak seperti dirimu


By Rania Lana Rifat

Ilalang Dalam Tanah Hatiku

Standard
Hujaman rasa ini begitu dahsyat
Akulah ilalang yang tertepa badai
Helai akalku perlahan terbang menghilang
Terombang ambing sapuan badai
Tersibak keras hempasan
Bertahan tertanam dalam tanah
Akar imanku mencengkram
Menahanku agar tetap tertanam
Hingga badai ini reda
Akulah yang masih tersisa dan merunduk
Akulah batang yang hampir patah
Akulah diam yang mencari tenang
Akulah sepi yang mencari damai
Akulah sendiri yang berharap matahari
Akulah gundah yang menunggu sepoi
Bawakan benih tumbuhkan rasaku lagi


By Rania Lana Rifat

Yang Kedua

Standard
Sesuatu yang baru kutulis dalam lembar kedua
Yang entah ku tau apa yang akan terjadi
Kutulis lembar itu dengan batu awalnya
Keras berdecit dan ah.. melelahkan
Waktu menuntunku
Mengajariku bagaimana cara bercerita
Mengajariku bagaimana cara melukiskan rasa lalu,
Kutulis kisah ini dengan sebuah bahasa
Lemah hati jadikan aku terbawa dalam kisah
Tak terduga indah dalam cinta, amarah, ego dan ketakutan
Dan kini kutulis kisah ini dengan rasa
Tak terduga amarah dalam rindu dan putus asa
Aku yang terkadang tak mengerti


By Rania Lana Rifat

Penantian Keakuanku

Standard
Perbawa hati terlihat di pelupuk mata
Laku dan adab hantarkan lembut kasih
Dalam tegas ku rindu
Dalam lelahmu ku paham
Dalam bijak ku mengerti
dan. .
Dalam seranai ucap
Bawalah aku menjadi sesuatu
Hanya mimpi kutulis semua ini
Hanya mimpi tanpa realita ku impi ini
dan hanyalah sebuah hanya
Nyata tak membawa harap
Bak tandus yang merindu sang hujan
Akulah sang tandus itu
Yang tlah terlalu gersang mendamba
Hujan yang hidupkan seluruh keakuanku