Aku kisahkan tentangmu lagi. Karna kamu
begitu menarik untuk ku tulis, untuk ku bayangkan, untuk ku mimpikan
dan untuk ku dambakan. Kini aku sekarang sedang menghayalkan kamu dan
aku. Kita akan pergi. Ada gunung yang menjulang disana. Dipuncaknya
ada keindahan yang aku yakin melebihi dari apa yang kita pernah lihat
di daratan ini. Ayo, maukan kamu pergi bersamaku keatas sana. Kita
berjuang bersama untuk menuju satu yang indah diatas sana. Aku memang
belum pernah mencapai ketinggian itu. Tapi entah, ada yang mengatakan
pada hatiku disana ada hal yang indah. Maukan? Yah kamu mau kan?
Aku jatuh hati padamu. Kini sudah
menggila aku disini, berjingkrak menari bernyanyi sendiri tersenyum
meski hanya memandang angin yang menggerakkan pelan dedaunan. Hadirmu
memberikan warna baru yang mengindahkan hidupku. Bisa kan kita buat
ini selamanya begini. Bisakan kita mempertahankannya nanti.
Waktu yang lama akan sangat tak terasa.
Namun tak kan memberi kesan jika hanya selama waktu dihabiskan untuk
menceritakan kamu dan aku saja. Lihatlah mataku, maka kau kan
mengerti apa yang hatiku ucapkan dihadapmu.
Sulit aku ungkapkan dengan mudah atau
begitu saja tentang mauku, aku belum bisa. I wanna love you like
the mountain rain, so wild so pure so strong and crazy for you.
Mungkin kamu merasa aku ini tak miliki kasih yang sedang kau nanti,
rindu yang kau harap. Andai matamu melihat aku, biar kamu mengerti
apa yang kamu ingin tahui. Semua milikmu . .
Aku tak ingin ini semua terlambat
terjadi, bisakah kita saling memberanikan diri kita untuk pergi
dengan satu tujuan yang sama. Bukan lagi hanya tentang bagaimana aku
dan bagaimana kamu. Perbedaan memang pasti ada, tapi bisakan kita
membuatnya menjadikan hal yang membuat kita semakin kuat. Berkasih
indah, sambutlah aku, persiapkalah semua yang dibutuhkan untuk pergi
keatas sana. Kita kan berjuang bersama, mengarunginya bersama, saling
menguatkan ketika salah satu dari kita terjatuh, saling bersandar
ketika terlelah, pelindung ketika kegelapan tlah muncul, dan pendamai
ketika panasnya mentari di tengah perjalanan kita mulai membakar
gelora hati.
Terungkap semua isi hatiku. Andai
matamu melihat aku. .
Kenalkan aku dengan duniamu, dan
biarkan dirimu terbuka untuk mengenal duniaku. Menyisihkan perlahan
sepi – sepi ku. Menyambut hangat tanganku, dan senyuman lah yang
pertama akan bersambut kala kita bertemu. . I wanna love you like
the mountain rain, so wild so pure so strong and crazy for you.
Jangan sampai terlambat, sambutlah kasih.. ini indah kau tau. Kita
tlah disambut sang dewasa. Kita mampu.
0 komentar:
Posting Komentar