19.4.14

Terungkap Semua Isi Hatiku, Andai Matamu Melihatku

Standard
Aku kisahkan tentangmu lagi. Karna kamu begitu menarik untuk ku tulis, untuk ku bayangkan, untuk ku mimpikan dan untuk ku dambakan. Kini aku sekarang sedang menghayalkan kamu dan aku. Kita akan pergi. Ada gunung yang menjulang disana. Dipuncaknya ada keindahan yang aku yakin melebihi dari apa yang kita pernah lihat di daratan ini. Ayo, maukan kamu pergi bersamaku keatas sana. Kita berjuang bersama untuk menuju satu yang indah diatas sana. Aku memang belum pernah mencapai ketinggian itu. Tapi entah, ada yang mengatakan pada hatiku disana ada hal yang indah. Maukan? Yah kamu mau kan?
Aku jatuh hati padamu. Kini sudah menggila aku disini, berjingkrak menari bernyanyi sendiri tersenyum meski hanya memandang angin yang menggerakkan pelan dedaunan. Hadirmu memberikan warna baru yang mengindahkan hidupku. Bisa kan kita buat ini selamanya begini. Bisakan kita mempertahankannya nanti.
Waktu yang lama akan sangat tak terasa. Namun tak kan memberi kesan jika hanya selama waktu dihabiskan untuk menceritakan kamu dan aku saja. Lihatlah mataku, maka kau kan mengerti apa yang hatiku ucapkan dihadapmu.
Sulit aku ungkapkan dengan mudah atau begitu saja tentang mauku, aku belum bisa. I wanna love you like the mountain rain, so wild so pure so strong and crazy for you. Mungkin kamu merasa aku ini tak miliki kasih yang sedang kau nanti, rindu yang kau harap. Andai matamu melihat aku, biar kamu mengerti apa yang kamu ingin tahui. Semua milikmu . .
Aku tak ingin ini semua terlambat terjadi, bisakah kita saling memberanikan diri kita untuk pergi dengan satu tujuan yang sama. Bukan lagi hanya tentang bagaimana aku dan bagaimana kamu. Perbedaan memang pasti ada, tapi bisakan kita membuatnya menjadikan hal yang membuat kita semakin kuat. Berkasih indah, sambutlah aku, persiapkalah semua yang dibutuhkan untuk pergi keatas sana. Kita kan berjuang bersama, mengarunginya bersama, saling menguatkan ketika salah satu dari kita terjatuh, saling bersandar ketika terlelah, pelindung ketika kegelapan tlah muncul, dan pendamai ketika panasnya mentari di tengah perjalanan kita mulai membakar gelora hati.
Terungkap semua isi hatiku. Andai matamu melihat aku. .

Kenalkan aku dengan duniamu, dan biarkan dirimu terbuka untuk mengenal duniaku. Menyisihkan perlahan sepi – sepi ku. Menyambut hangat tanganku, dan senyuman lah yang pertama akan bersambut kala kita bertemu. . I wanna love you like the mountain rain, so wild so pure so strong and crazy for you. Jangan sampai terlambat, sambutlah kasih.. ini indah kau tau. Kita tlah disambut sang dewasa. Kita mampu.

0 komentar: