22.3.13

Melodi Festifalku yang Merapuh

Standard

Ada saat dimana kita harus terima untuk relakan
Waktu memang tak slalu berpihak pada hidup
Seperti saat aku tlah memilihmu
Sgala derap dari diriku yang bertempo cepat mencoba berharap
Berpadu dengan ritme dirimu yang pelan mendayu
Kau berkata ada diriku dalam dialogmu dengan tuhanmu
Tatap teduhmu jua tak cukup untuk menjawab segala tanya dalam rasaku
Aku yang semakin menjadi melodi yang ceria
Festifal rasa bahagia bersamamu berubah menjadi melodi sedih
Ketika cinta untukku itu hanya kau bagikan dengan diammu itu
Dalam palingan teduh misteriusmu itu
Yang aku hanya menjadi larut gelap ketika cahaya ceriaku mencoba menerangi
Tak kah kau mengerti ada aku yang kau cinta ini juga memiliki rasa yang ingin ku ledak bersama suasana diam ini
Tapi aku kelu sudah..
Banyak jadi belenggu yang menggelayuti hati
Jika begitu
Hendak hanya hidup dalam palingmu
Ini melodi festifalku yang merapuh

Sayang

Standard

sayang.. aku ingin sekali memanggilmu dengan  sebutan itu.
meski aku pernah memanggil seseorang  sebelummu dengan sebutan yang sama
tapi . . kau dan dia. .
rasaku lah yang menjadi pembeda. . .
perasaanku  kini turut bersama kata sayangku. . .
perasaan cinta yang benar aku mencinta. .
aku ingin bersandar di pundakmu sayang. . .
mungkin aku terlihat begitu terang di pandangan mata - mata itu
tapi sayang.. sesungguhnya aku hanyalah kata rapuh
sayang. . kerasnya duniaku membuat air mataku  kering
tapi sayang.. hatiku yang semakin berat membahasakan sakit ini untuk dirinya
juga untuk mataku yang sudah tak bisa lagi bicara
sayang.. masihkah ada hari esok?
sambil aku bersandar di bahumu
aku memejamkan mataku

Kita

Standard

kita tak harus saling bertatap untuk merasakan kesepian yang mulai menyeruak di ruangan ini. dengan merasakanmu aku mulai tahu hidup ini, aku tak sendiri. menjadi sebuah bagian dari hidupmu dalam hidupku, kita saling berpadu. tanpa tau kita tentang hari esok tapi kita berani untuk membuat bayang esok yang kita fikir indah. seketika ada penghalang antara kau dan aku, terkadang tanpa kita harus bertemu tanpa kita harus bertatap tanpa kita harus saling berpegangan tangan, kita mampu melewati itu semua dengan rasa percaya. entah apa yang merasuk anatara kita. kau dan aku yang tanpa pertemuan itu terhubung dan berjabat layaknya kita adalah pertemuan yang pasti akan bertemu oleh setiap waktu. yang nyatanya kau dan aku hanyalah seperti gerhana yang ada masanya untuk bertemu dan itu tak selalu waktu.
kau dan aku mengorbit dalam peredaran takdir ini, alur hidup kita yang berbeda, tapi mengapa tetap saja kau dan aku terasa seperti ada saja yang menyatukan. kita jarang bertemu, bahkan aku dan mungkin juga kamu tak merencanakan pertemuan kita. tapi ketika bertemu, magnet ajaib dalam ruang yang kita tempati dalam dirimu dalam teduh sosokmu, kita bisa bertemu bercengkrama seperti kau adalah seorang yang telah mengenalku lama.
aku mengagumimu dari kejauhan ini. dari pandang yang terbatas, dari bahasa dan tutur yang terbata. ada dirimu dalam setiap putaran waktu yang ku jalani, sadarkah kau? apa yang kurasa kau rasa juga?. kadang saat kita bertemu kuhabiskan beberapa detikku untuk memandangimu dengan tatapan kosongku. dalam hati kecilku berkata "inikah dirimu? inikah? benarkah kini aku ada disampingmu? mungkinkah kau yang akan menjagaku, melindungiku? dan kau lah orang yang akan memilihku untuk menjadi separuh bagian dalam hidupmu?, lelaki yang akan menjadi sosok yang mencintaiku dengan kesabaran dan kelembutan, yang kan menjadi tempat bersandarku didunia, dan sebagai pasangan berdansaku ketika alunan dunia ini mulai bergema?
semua yang tuhan berikan padaku lewat dirimu adalah hal yang indah.

Dalam Rasa Kesepian

Standard

Aku tlah lama terjerembab dalam rasa kesepian, tanpa rasa untuk mewarnai hati yang hitam putih, tanpa senyuman untuk membahasakan jalan hidup yang tak slalu lurus. Sendiri tlah menjadi sesuatu yang tak aneh untukku, kesendirian ini yang setia hingga kini. Dalam sendiri aku bisa memandang diriku lebih dalam dalam sendiri aku bisa mendapatkan sesuatu yang membuatku bisa bertahan dalam dunia mu dunia kalian dunia kita. Aku bisa mendengarkan angin berbahasa pelan atau kencang hingga mampu menerbangkan segala dikiran yang memberatkan ku. Langit hitam diatas sana masih slalu setia menemani kesendirianku dengan sebaran bintang banyak, ketika ku lelah aku hanya bersandar padamu tuhan yang tak miliki batas. Yang dengan jalan takdirku kau menjawab segala doaku, menununtunku, menguatkanku. dalam kesendirianku aku berharap ada yang ingin berubah. Ketika fajar sudah mulai menampakan dirinya, cahayanya biru diselimuti sedikit orange kembali menggugah diriku yang sendiri. Aku sudah lelah untuk mengucapkan apa yang ada dengan lisanku.. sungguh aku lelah, aku hanya kembali bersandar kepadaMu dalam lelapnya lelahku. Masih berapa lama lagi tuhan, waktu untukku menunggunya?
Dari empat mata angin ada yang mulai menarikku, namun hanya satu arah yang menuntunku. Aku berpaliing sejenak menatap kesendirianku. Rasa berat tiba merangkul bayang hitamku yang diterpa cahaya oranye. Aku tak tau arah yang kuat itu akan menuntunku kemana akan menjadikan aku apa, aku tak tau. . . sedangkan dalam palingku aku mengetahui hitam putihku yang tetap ingin meraihku...

Bergerak Lesap

Standard

Awan putih bergerak lembut perlahan
Angin membawanya untuk bergerak
Mengarungi luasnya langit yang entah sampai mana
Berarak seiring arahnya
Awan putih yang lembut
Tiapnya gerak ia mulai terkikis
Terkikis sapuan lembut sang angin
Hingga akhir perjalanannya
Awan putih itu hanya tinggal sebuah cirrus
Angin kembali lagi membawa awan melaju
Hingga akhirnya awan melesap
Tak nampak dalam luasnya bentang di atas permukaan

1.3.13

Kau Harus Tau Ini ...

Standard

Sepertinya aku melarung terlalu jauh rasaku.. perasaanku. . cinta dan harapku. Dalam kebisuan kita yang penuh dengan misteri. Yang tersembunyi dalam tatap teduhmu. Hadirmu adalah anugrah yang indah ditengah sekaratnya nafasku.hadirmu disisiku tlah menjadi salah satu alasan untukku bertahan hidup, tetap tersenyum menghadap dunia didepanku yang kian lama menampar tubuhku lebih keras. Kau membuat aku merasakan indahnya sebuah ketulusan..
Ditengah perasaan jeraku, kau menguatkan ku bahwa di sini, didunia ini masih ada sosok ketulusan, kau meyakinkanku bahwa itu adalah nyata. Ku mencoba menepis hadirmu yang terlalu misterius itu dengan sikap acuhku dan berharap kau akan menyerah lalu berpaling pergi. Tapi hatiku terlalu lemah untuk menolak dirimu yang begitu menawan, yang membuatku merasa didunia ini aku masih memiliki arti untuk nafas seorang yang lain.