kita tak harus saling bertatap untuk merasakan kesepian yang mulai menyeruak di ruangan ini. dengan merasakanmu aku mulai tahu hidup ini, aku tak sendiri. menjadi sebuah bagian dari hidupmu dalam hidupku, kita saling berpadu. tanpa tau kita tentang hari esok tapi kita berani untuk membuat bayang esok yang kita fikir indah. seketika ada penghalang antara kau dan aku, terkadang tanpa kita harus bertemu tanpa kita harus bertatap tanpa kita harus saling berpegangan tangan, kita mampu melewati itu semua dengan rasa percaya. entah apa yang merasuk anatara kita. kau dan aku yang tanpa pertemuan itu terhubung dan berjabat layaknya kita adalah pertemuan yang pasti akan bertemu oleh setiap waktu. yang nyatanya kau dan aku hanyalah seperti gerhana yang ada masanya untuk bertemu dan itu tak selalu waktu.
kau dan aku mengorbit dalam peredaran takdir ini, alur hidup kita yang berbeda, tapi mengapa tetap saja kau dan aku terasa seperti ada saja yang menyatukan. kita jarang bertemu, bahkan aku dan mungkin juga kamu tak merencanakan pertemuan kita. tapi ketika bertemu, magnet ajaib dalam ruang yang kita tempati dalam dirimu dalam teduh sosokmu, kita bisa bertemu bercengkrama seperti kau adalah seorang yang telah mengenalku lama.
aku mengagumimu dari kejauhan ini. dari pandang yang terbatas, dari bahasa dan tutur yang terbata. ada dirimu dalam setiap putaran waktu yang ku jalani, sadarkah kau? apa yang kurasa kau rasa juga?. kadang saat kita bertemu kuhabiskan beberapa detikku untuk memandangimu dengan tatapan kosongku. dalam hati kecilku berkata "inikah dirimu? inikah? benarkah kini aku ada disampingmu? mungkinkah kau yang akan menjagaku, melindungiku? dan kau lah orang yang akan memilihku untuk menjadi separuh bagian dalam hidupmu?, lelaki yang akan menjadi sosok yang mencintaiku dengan kesabaran dan kelembutan, yang kan menjadi tempat bersandarku didunia, dan sebagai pasangan berdansaku ketika alunan dunia ini mulai bergema?
semua yang tuhan berikan padaku lewat dirimu adalah hal yang indah.