Part 1
Ceritaku berawal sewaktu aku memulai
kehidupan studi pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi seorang
mahasiswa. setelah pengumuman ujian keluar, aku dinyatakan lulus, nilai yang
kudapat cukup memuaskan bahkan apa yang ku targetkan tercapai ya.. nilai 90
pada mapel matematik, yah meki itu di bagian ujian sekolah. atas keberhasilan
dalam ujianku ini aku dibelikan sebuah laptop oleh ayahku. Ayah tidak tanggung
- tanggung membelikan laptop yang bermerk untukku. Aku sangat bangga dan bahagia
menerima hadiah ini.
Disisi lain dari kelulusanku masi ada satu
target lagi yang harus ku capai, yakni mendapatkan perguruan tinggi yang mampu
untuk dijadikan sarana atas kemampuan dan minatku, tentang teknologi.
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA atau STMIK AMIKOM
PURWOKERTO saat aku duduk d kelas 2 SMA adalah nama perguruan tinggi yang ingin
aku tuju, namun seiring berjalannya waktu diikuti koflik yang terjadi pada
keluargaku, aku merasa tak dapat meninggalkan kota tempat tinggalku. Mencari
saran akhirnya waktu itu ku datang pada guru BK berharap mendapatkan solusi
guruku memberi rekomendasi untuk 2 universitas yang sekiranya terdapat fakultas
yang menysangkut dengan Teknologi. UNSOED dan UMP jurusan Teknik Informatika.
Tanpa ku tanya bermacam lagi aku mencoba untuk mendaftar pada UMP lewat jalur
bakat dan minat. bersama temanku tias kami mencoba peruntungan disana, kami
memilih jurusan dan fakultas berbeda. Setelah satu minggu berlalu datanglah
surat dari UMP yang berisikan penyataan bahwa aku telah diterima.
Aku yang sama sekali tidak tau bagaimana
nanti kalau jadi aku berkuliah disana bertanya pada salah satu temanku, dia
memberi tahuku beberapa aturan yang sangat umum jika bersekolah disana, namun
salah satu yang membuatku berat adalah aturan untuk menggunakan jilbab.
Mungkin terdengar konyol ketika karna
hal itu aku memutuskan untuk tidak menindak lanjuti surat dari univ satu ini,
ak berlanjut mencari info tentang pedaftaran di UNSOED katanya kampus untuk
Teknik Informatika tidak berada di Purwokerto juga cara masuknya yang harus
melalui jalur alternatif IPC karna aku berasal dari jurusan IPS dan yang paling
membuatku berfikir sribukali lagi adalah biaya kuliah nanti yang selangit.
Mungkin ini yang namanya jodoh,
disela waktu aku menyibukan mencoba UMP dan mencari info d UNSOED, ada temanku yang
ternyata sudah mendaftar di STMIK AMIKOM PURWOKERTO. Sebelumnya aku hampir putus
asa karna dari pihak STMIK AMIKOM PURWOKERTO sendiri tidak pernah meberikan
informasi apapun.
Akhirnya aku bergegas dengan ibu
memberanikan diri mendaftar di sana. Isambut oleh resepsionis yang cantik bak
bidadari aku ditanya “Ada yang bisa saya bantu?” dengan iringan senyum manis. Setelah
kami bercakap ternyata bagai mendapat durian runtuh, pendaftaran gelombang
khusus ternyata masih terbuka. Aku langsung saja semangat untuk melanjutkan
persyaratan yang ada. Syarat yang harus
dipenuhi untuk gelombang khusus adalah tes wawancara.
Pada saat itu aku diwawancara oleh
salah satu dosen dari STMIK AMIKOM PURWOKERTO. Kejadian lucu pada saat itu
berawal dari aku menunggu antrean untuk wawancara. Diwaktu itu hanya aku
pendaftar yang masih menggunakan baju osis. Saat nomor ku terpanggil aku
mencoba membuka pintu dengan tenang dan melafadzkan “bismillah, ya allah semoga
aku sukses diinterview”, saat aku mau membuka pintu dalam batik aku berkata “loh
kok ini pintu ga mau dibuka ya alloh?” sambil aku jeklak jeklek pintu sampai
akhirnya bapak penginterview itu yang membukakan pintu untukku. Dalam hati aku
hanya bisa membodohkn diri sedikit dan berharap
bersambung. .
My Life part 2