Ga kerasa aku dan riko sudah menjalani hubungan hampir satu
tahun. Waktu itu masanya kami mulai melangkah pada satu jenjang yang lebih
tinggi lagi, riko memutuskan untuk bekerja dan aku kuliah. Aku jalani hubungan
ku yang semakin kesini semakin membuatku jengah. Pernah suatu ketika mama
menanyakan keseriusan riko padaku. Yah aku ga bisa buat banyak bilang ke mama.
Meski disisi lain riko pernah berkata padaku atas keseriusannya, ketika
kehidupan dia benar-benar sudah mapan dia akan melamarku, bahkan aku pun sempat
kaget atas pertanyaan yang dia ajukan padaku, ‘ sayaanku, boleh kan seorang
yang udah menjadi mahasiswa itu statusnya uda nikah?’ , aku hanya menjawab itu
seperlunya. Dengan dia yang begitu keras keinginannya atas hubungan ini tapi
aku merasa ini tak dapat diteruskan karna apa yang dia inginkan tak sejalan
dengan perjuangan dia lakukan untuk mendapatkan penghidupannya. Disisi lain
selama kami berhubungan aku merasa dia tak bisa melindungiku. Seorang wanita
lah yang seharusnya bersandar pada bahu lelakinya, bukan sebaliknya.. .
Lambat laun tanpa ku sadari mamaku juga mengamati hubungan
aku dengan riko, seperti yang kukira mama mulai tak setuju dengan hubungan
kami. Aku tak pernah memberitahu riko tentang keadaan ini.
Semakin hari semakin aku berfikir tentang aku dengan dia
untuk kedepannya. Aku adalah pribadi yang seius dan keras, da dia tak pernah
menyadari itu. Dia selalu menganggapku anak manis yang penurut, oh dude im no
longer for spent my time to be a sweetest thing for you. .
Dan jika selelu kufikirkan masak-masak lagi, ku sinkronkan
dengan rencana masa depanku dengan seorang dia. . aku hatiku selalu berkata
tidak. . .
Bagaimana mungkin, saat kami masi pacaran begini saja aku
masi merasa kesepian, aku masi merasa aku masih sendiri tidak ada yang
mendampingi dan merasa tidak diperhatikan.
dan yang membuatku selalu tak habis fikir, katanya dia mau serius dengan ku
namun tak pernah satu kalipun aku dikenalkan dengan orang tuanya, bahkan
pernyataan yang paling membuatku merasa terpukul ketika ternyata hubungnan kami
ini tak diketahui oleh orangtuanya dengan alasan dia belum mapan, dan dia ingin
terlihat baik di mata orang tuanya. So whatdo you think? I’m not totally stupid
and i now what i want too
13 september aku putuskan untuk menyudahi hubungan kami.
Riko sangat tak terima dengan keputusan yang kubuat, yang terpaksa membiarkan
aku pergi.setelah kami putus tak pernah ada lagi kabar atau cerita riko
menghubungiku meski itu hanya lewat pesan singkat. Sebenarnya mengetahui ini
adalah suatu hal yang membuatku semakin kecewa terhadapnya.
Dan ditambah dengan alasan bodohnya, sama sekali ga ada
inisiatif. Dan kusimpulkan keseriusan yang dia bilang tentang hubungan kami
waktu itu hanya omong kosong.
THE END.