30.1.13

Perjalananku Denganmu

Standard

Ketika kita bertemu di bawah pohon itu
Ketika kau memegang tanganku
Tak ada yang ku tau akan begini
Kau tau aku ingin menyayangi
Ku ingin dimiliki dan memiliki
Namun mengapa kau tak begitu
Meski kau tutupi itu dengan keinginanmu mendekapku
Mengapa kau begitu mudah mengartikan rinduku ini
Mudah kau katakan bahwa waktu itu tak kan membunuhku dan kita
Hingga waktu datang
Kau tak kunjung ada untukku
Dan kini aku tlah mati
Terhempas mata pedang sang waktu
Kau datang padaku yang tlah mati
Saat itu mentari tlah turun
Dan langit hanya ditemani oleh lembayung senja
Seketika aku bisa lagi merasakan lembutnya angin membelaiku
Dibawah pohon ini aku tersungkur
Setelah kemudian mataku terbuka
Kau yang menghidupkanku dengan cahaya birumu
Kau memelukku. . Kau menyesalinya. .
Tapi hatuku sudah tak lagi ada bersamaku
Kumohon agar cahaya  biru itu terambil dari tubuhku
Biarlah tuhan.. aku mati . .
Itulah doaku ketika ada dalam peluk penyesalanmu
Dan tuhan mengabulkannya
Magis dari langit membawaku kesana
Mataku terpejam
Aku damai. .
Aku terlepas dalam pelukmu
Dan tetes air matamu tak dapat membawaku kembali

28.1.13

Kamu di Malam Ini

Standard

Mataku yang pertama kali menemukanmu dalam peliknya dunia ini
dalam atmosfer ini hidungku menghirup aroma udara yang menyelimuti
hatiku yang ketiga menemukanmu
mereka menjadi saksi bertemunya kau dan aku pada waktu itu
pada detik itu ketika kebaikan tuhan mendekap takdir kita
kau yang kembali hadir padaku
menghadirkan segenap tatapan.. senyuman.. perasaan.. bunga.. gambar - gambar itu..
semua mengalun indah dalam tiap detik sisa waktuku untuk hidup di dunia ini
yang tanpa kusadari luluhnya hatiku padamu
sosok dirimu yang memakuku
ketika waktu berjalan lebih berat tak seperti biasanya
seperti itulah bias ketika kau tak hadir dalam ruangku
dan rasa lemah ini ketika kau yang ku nanti tak nampak meski hanya bayangmu
terkadang keadaan ini mempermainkan rasa yang ku miliki padamu
mencoba mengejarmu. . mencarimu. . meraihmu. .
namun yang ku dapat hanya kekosongan karna tak jua menemukanmu
kau terasa seperti separuh nyawaku yang sedang melayang yang entah akan mungkinkah kau menggenapi separuh lain dari bagian nyawa yang bersemayam dalam diriku?
Ketakutanku ketika engkau akan berpaling
meski kita masih hanyalah sebatas kau dan aku dan batas ruang dan rasa yang membumbung tinggi membatas
kita, kau dan aku . .
mencoba melawan rasa hancurku karna berharap...

18.1.13

Kisah Cinta Senja (Part 4)

Standard

Ga kerasa aku dan riko sudah menjalani hubungan hampir satu tahun. Waktu itu masanya kami mulai melangkah pada satu jenjang yang lebih tinggi lagi, riko memutuskan untuk bekerja dan aku kuliah. Aku jalani hubungan ku yang semakin kesini semakin membuatku jengah. Pernah suatu ketika mama menanyakan keseriusan riko padaku. Yah aku ga bisa buat banyak bilang ke mama. Meski disisi lain riko pernah berkata padaku atas keseriusannya, ketika kehidupan dia benar-benar sudah mapan dia akan melamarku, bahkan aku pun sempat kaget atas pertanyaan yang dia ajukan padaku, ‘ sayaanku, boleh kan seorang yang udah menjadi mahasiswa itu statusnya uda nikah?’ , aku hanya menjawab itu seperlunya. Dengan dia yang begitu keras keinginannya atas hubungan ini tapi aku merasa ini tak dapat diteruskan karna apa yang dia inginkan tak sejalan dengan perjuangan dia lakukan untuk mendapatkan penghidupannya. Disisi lain selama kami berhubungan aku merasa dia tak bisa melindungiku. Seorang wanita lah yang seharusnya bersandar pada bahu lelakinya, bukan sebaliknya.. .
Lambat laun tanpa ku sadari mamaku juga mengamati hubungan aku dengan riko, seperti yang kukira mama mulai tak setuju dengan hubungan kami. Aku tak pernah memberitahu riko tentang keadaan ini.
Semakin hari semakin aku berfikir tentang aku dengan dia untuk kedepannya. Aku adalah pribadi yang seius dan keras, da dia tak pernah menyadari itu. Dia selalu menganggapku anak manis yang penurut, oh dude im no longer for spent my time to be a sweetest thing for you. .
Dan jika selelu kufikirkan masak-masak lagi, ku sinkronkan dengan rencana masa depanku dengan seorang dia. . aku hatiku selalu berkata tidak. . .
Bagaimana mungkin, saat kami masi pacaran begini saja aku masi merasa kesepian, aku masi merasa aku masih sendiri tidak ada yang mendampingi dan merasa tidak diperhatikan.
dan yang membuatku selalu tak habis fikir, katanya dia mau serius dengan ku namun tak pernah satu kalipun aku dikenalkan dengan orang tuanya, bahkan pernyataan yang paling membuatku merasa terpukul ketika ternyata hubungnan kami ini tak diketahui oleh orangtuanya dengan alasan dia belum mapan, dan dia ingin terlihat baik di mata orang tuanya. So whatdo you think? I’m not totally stupid and i now what i want too
13 september aku putuskan untuk menyudahi hubungan kami. Riko sangat tak terima dengan keputusan yang kubuat, yang terpaksa membiarkan aku pergi.setelah kami putus tak pernah ada lagi kabar atau cerita riko menghubungiku meski itu hanya lewat pesan singkat. Sebenarnya mengetahui ini adalah suatu hal yang membuatku semakin kecewa terhadapnya.
Dan ditambah dengan alasan bodohnya, sama sekali ga ada inisiatif. Dan kusimpulkan keseriusan yang dia bilang tentang hubungan kami waktu itu hanya omong kosong.



THE END.

14.1.13

Penonton Dunia

Standard

Ini entah hasil tulisanku yang sudah keberapa kali. Kau tau udara kadang memang terasa sesak meski udara itu hanya terdiri atas oksigen yang jantung butuhkan agar darah bisa terpompa dan kita bisa merasakan kegiatan yang namanya bernafas. Kadang aku juga ga ngerti ketika seharusnya ujung tombak itu runcing tapi kenyataannya bahkan untuk menusuk gumpalan daging tipis saja tak mampu. Dan jika berbicara tentang hati aku benar-benar merasa terombang ambing tak menentu, akalku sama sekali tak dapat merespon dengan baik apa itu hati mereka yang aku tau.begitupula tentang akal mereka. Yah mungkin tuhan sudah menciptakan yang namanya manusia itu ga sama tapi bukan berarti kan ketidak samaan itu tidak bisa d kondisikan dengan baik. Mamaku memang benar apa-apa itu kembali pada iman yang mengendalikan otak kita, pemikiran kita dan tak hanya hati tapi juga qalbu. Aku sering melihat ambisi di sana yang menggebu-gebu tapi ambisi itu tak tau arah menuju tujuan dengan benar. Atau keinginan yang kata diri disana itu cinta, tapi akal hati ah tak usah bicara qalbu karena diri-diri itu tak akan mengerti. Segala akan ditempuh entah itu salah entah itu bodoh entah itu memalukan bahkan membuang harga diri diri-diri mereka itu. Menjadi penonton dunia memang mudah. Asal kau lahir jabatan pertama yang kau sandang adalah penonton dunia.
Dunia ini memang seperti sandiwara. Kita lahir, kita diajarkan agar berperan dan memiliki watak seperti para tokoh pada pandawa lima. Kita bersosialisasi agar mengerti apa yang orang lain rasakan. Apa yang harus kita perbuat ketika bersalah, intinya agar kita bisa mengenal bahwa di dunia ini bukan hanya kita yang hidup.
Dan siapa yang gagal di dunia ini akan menjadi sampah yang hidup. Memalukan, terasing, terabaikan. Hidup itu berjuang. Hidup itu bebas tapi bertanggung jawablah atas kebebasan hidup yang tlah tuhan berikan jangan jadikan hukum yang katanya itu Hak Asasi Manusia membuat kita lena akan tanggung jawab kita dalam hidup.

SARAPAN PERTAMA DI JANUARI 2013

Standard

Ini sarapan pagi pertamaku di bulan januari ini, bukan berarti selama 13 hari aku tak sarapan. Aku sarapan tapi tak sepagi ini. Sekitar jam 9 biasanya aku mengisi suplai energiku sebelum kuliah. Ku nikmati makan pagiku ini dengan santai ditemani segelas teh panas d samping laptop, sembari aku makan dengan bergantian jari ku ini mulai mengetik sebuah cerita. Yah.. cerita yang terinspirasi dari sarapan pagi pertama di bulan januari. Kau hadir lebih awal hari ini. Menyapaku dengan gayamu yang khas. Kau tlah ciptakan awal yang indah untuk pagi baruku ini dengan satu senyuman. Ku tengok keluar jendela langit d atas sedang mendung.. ketika ku teguk nikmat manisnya teh hangat ini seketika itu juga hujan rintik turun memecah kesunyian alam yang mulai tergugah dengan sinar mentari jika ini langit tak murung.
Aku kembali larut mendekap jariku rapat pad apuluhan tombol dan minitor yang ada di hadapku. Menikmati pagi pertama dibulan januari ini membuat ku kembali teringat, ketika ku lihat dimonitor sebelah kanan, hari ke 14 d bulan januari. Jika saat aku masih bersamanya tentu sudah dari tengah malam lalu aku ucapkan selamat dan segala pengharapan yang kuingin terhadap hubungan kami. Dan dia memberiku satu kecup manis lewat pesan singkat dan menelfonku memanggilku sayang. . .
aku hanya bisa melempar pandang kembali melihat kini 14 januari yang sebenarnya, tiada dirimu disini. Tiada lagi kita. Tiada lagi aku harus repot-repot mengomel agar kau mau sarapan pagi. Memberimu semangat ketika surat lamaran pekerjaan yang kau layangkan tak sampai pada pimpinan regu elang disana yang siap berperang. Atau yang lebih menyebalkan ketika kau tak pernah ada atau mengerti betapa aku kesepian disini menginginkan kehadiranmu disisiku.  Dengan kaku memilih untuk menyibukan dirimu sendiri dengan kegiatan bodohmu itu.
Yang kini kulihat telah berbeda. Ku hela nafasku pelan. Menjelajah sejenak dalam alam maya si burung biru berkicau. Dan interaksi dirimu dan aku. Ah kau kini sedang memainkan peran sebagai seseorang dalam diriku yang membuatku tak mengalihkan pandangku pada dunia untuk tak menghabiskannya dengan jengah atau hanya lamunan.
Kembali aku hanya tersenyum padamu di kamar ini. Aku kembali melihat lagi jam yang berdetak nyaring namun baru ku dengar detaknya kali ini karna saking seriusnya aku bermain game, melamunkanmu, melamunkan kita, kuliah. .
Oh ya kuliah,.. sudah habis waktu. Aku ambil handuk tuk segera membersihkan diri. Mungkin saja dengan percik dan guyuran air yang membasahi tubuhku membuatku segar kembali membuatku membuka mata ini sudah waktunya aku bangun.

7.1.13

Menara Langit Hati

Standard

Seiring deru kerasnya suara mesin beroda dua atau empat itu saling beradu. Riuh kencang membelah tiap sela udara angin dan panasnya mentari jelang sore. Senggang waktu ini dengan langit semu mendung namun masih kulihat ada cahaya yang cerah untuk menghangatkan ruang disini. Aku beranjak padamu yang tadi hadir sepintas sekilas, mengisi kekosongan pandangku meliput dunia yang hiruk pikuk tanpa ada sedikit kelonggaran untuk bernafas. Disini aku mencoba kembali mengingatmu yang tadi. Secepat akses internet yang ku pakai saat ini, seperti sekilas itu juga pandang mu dan pandangku beradu atap.
Angin kembali menyibak rambutku pelan dan lembut, ingatkan ku terhadap dirimu.. lakumu yang begitu membuat ku rindu ketika ruang tak lagi cukup waktu untuk kita dapat saling bertatap atau bersapa. Aku hanya penulis naif disini yang sedang berhayal lalu ku tilis dan berharap kau disana yang membuat aku kacau namun rindu dan aku bisa kembali seperti memiliki atmosfer baru yang bisa membuatku hidup lagi setelah sekian lama aku tertidur karna sekarat mengetahui apa yang kutulis dan mungkin kita dapat saling terpaut?
Kunantikan saat itu, saat kau kan datang menerobos waktu dan ruang untuk menemuiku. Bak pangeran gagah yang tak takut mati demi menemui putri disana d ujung langit, putri yang terkurung menara menjulang ke langit. Tanpa aku tau kamu harus berubah menjadi dia atau dia atau siapapun itu. Aku hanya inginkan dirimu yang seutuhnya seperti apa yang aku kenal sebelumnya.
Akupun seperti panas ruang ini yang terasa ketika aku mengetahui cerita dirimu yang semu itu pada masa lalu. Dan akupun begitu seperti dinginnya ketika hujan yang turun saat malam menyelimuti langit saat kau tak kunjung jua datang disini.
Jengah tak dapat lagi menahanku untuk tetap berada ditempat ini, kuputuskan untuk beranjak dari ruang yang kupijak. Kunikmati langkah yan ada dengan menundukan kepala, begitu silau cahaya langit ini menerpa wajahku. Tak kusangka setelah beberapa langkah yang ku pijak pelan dirimu kejutkan aku yang sedang tak mampu melihat oleh silaunya cahaya dunia. Segurat senyum. Yah hanya itu saja aku ungkapkan ketika melihatmu. Kau berlalu dengan sedikit memalingkan kembali wajahmu semu melihatku kembali yang telah berada dibelakangmu.
Mungkin itu modus darimu tapi aku suka. Ku nikmati lagi pijakan di bumi ini menuju ke kampus tempat ku mencari ilmu. Dan seketika itu pula kita kembali bertemu, dan yang membuat berbeda. Kali ini diantara kita ada senyum yang menghias, itu senyum darimu.
Hawa dalam tubuhku kini tlah berubah. Tak seperti tadi yang suram layaknya mendung tadi, kini ibarat langit aku sudah seperti hanya sebentang langit luas biru yang tanpa awan.
Kau membuatku terkesan. .

6.1.13

Coretan 17 Desember 12

Standard

Banyak hal dihari ini yang membuat aku terkejut. Kuawali hariku dengan gusar karna bangun kesiangan. Hari ini ada jadwa kuliah pagi, dan jam aku masuk kuliah adalah jam 9 sedangkan aku baru saja memulai membuka mataku jam setengah 9 pagi bayangkan saja betapa kacaunya aku dipagi ini. Bersyukurnya pagi tadi kuliah jam pertama teori kosong jadi aku agak santai setiba dikampus. Kulihat teman dekatku yang slalu ku panggil mamas berbeda dipagi ini, ya . . potongan rambut yang baru. Yang menurutku jatuhnya seperti tokoh kartun di upin ipin itu si mail. 

Kisah Cinta Senja (Part 3)

Standard

Part 3
Tapi yang membuat semua kisah cinta ini berantakan adalah masih ada rasa yang ia simpan untuk masa lalunya, dan itu sejalan dengan datangnya masa lalunya kembali ke dalam hidupnya dan tepatnya saat kami baru menjalin hubungan. hingga suatu ketika ia berbohong padaku ia pergi berdua dengan masa lalunya. Sekembalinya dia dalam hidup pacarku waktu itu, dunia terasa berubah. Semua perhatian kini hanya untuk dia. Rasa cintaku, peduliku hanya sebatas selayang pandang dimatanya. Kami sempat bertengkar hebat. Yang akhirnya aku beri dia kesempatan untuk kembali. Ia pun mau menjalin kembali hubungan itu bersamaku. Cerita berubah kembali ketika suatu ketika dia mengirimkan sms padaku yang inti isinya “viie.. maafin viio ya, viio tau gmana prasaan viie, tapi viio jga ga mau viie jadi sakit karna viio. Viio masi sayang sama dia viie”. Stelah membaca kalimat itu langit rasanya runtuh dan menghantam badanku. Sakit dan sangat berat untuk membaca apalagi membalasnya. Pepatah membalikan hati itu tidak semudah seperti membalikan tangan sepertinya tak  berlaku bagiku. Akhir cerita kita putus karna itu. Setidaknya setelah kami putus dia masih menjalin komunikasi denganku. Tapi tak ku pungkiri aku yang benar-benar masih mencintai dia tak bisa membohongi diri. Terasa berat bagiku buat nerima dia sekarang deket sama masalalunya. Berat bagiku buat ngertiin dia uda bukan milikku lagi.kuputusin buat ganti nomer, blokir fb dia, tutup akun twitter dan bakar semua benda-benda yang dia kasih buatku. Aku bertekad buat move on.

My Life (Part III)

Standard

Part 3
PSU ini ada serentetan aturan untuk mengikutinya. Seperti pake kemeja putih pake rok hitam berdasi membawa kertas dengan ukuran tertentu sebanyak 10 lembar dan spidol spidol. Waktu itu hari pertama PSU pengisi agenda adalah ketua STMIK AMIKOM PURWOKERTO, aku sangat kaget ketika beliau memperkenalkan diri.

Antara Lembar Ke Sembilan dan Lembar Lalu

Standard

Aku tuliskan kembali cerita lalu
Yang belum selesai
Namun sedikit beda
Aku ubah pada halaman ke sembilan ini
Cerita baru, beda nuansa
Yang sedikit canggung dan ragu
Namun syahdu beriringnya dengan rasa
Kau cipta kembali
Alunan nada irama dan ketukan hati yang membuat senyum tergugah
Tanpa aku harus berfikir
Berfikir tentang siapa dirimu?
Sosokmu. . atau yaah..
Tentang pandang yang mengarah padamu
Hanya bahagia ketika aku menemuimu
Meski hanya sedikit kata atau..
Segurat senyum atau mungkin sedikit perhatian. .
Kini ku mulai tuk memulai kembali cerita baru ini
Dan kan ku tulis hingga akhir
Sebagai pelengkap cerita
Yang tak seperti delapan halaman yang lalu. . .


by R Lana R

Puisi Cintaku

Standard

Ketika ku dengar alunan lagu ini
Beriring dengan imajinasi yang kucipta
Tentang dirimu . .
Hidupkan kembali cita yang ku pendam
Cinta yang ku redam bahagia itu kembali datang
Bagai sayup angin hangat
Aku berdiri dibawah atap langit biru cerah
Senyum ini tergurat ketika kau ada dalam setiap waktu ini berdetak
Seiring rasaku . .
Rasa bahagia oleh kehadiranmu . . .

by R Lana R