Dia telah membuka matanya sepagi ini, matanya
makin sendu senyumnya makin kandas dan oranye atau biru tak nampak.
Gerakannya pelan menyambut hari, bangun dari tempat tidurnya. Mengusap
pelan kelopaknya mengusir bayangan bayangan blur sisa tidur semalam.
Jalannya gontai menuju jendela, membuka tirai, langit tak serendah yang
lalu. “mungkin ia sudah mulai berhenti memikirkan tentang rindunya”,
matanya kosong kini melempar pandangannya lebih jauh keluar jendela.
Dirumah itu kini ia tertegun seharian, enggan ia keluar. Gembok menggandeng erat pintunya, siapa yang menyekapnya? Kemarin aku melihatnya bersapa dengan langit meski kemudian ia menangis.
Air mata turun pelan dari sisi tengah mata kanannya. Lagi.
Dirumah itu kini ia tertegun seharian, enggan ia keluar. Gembok menggandeng erat pintunya, siapa yang menyekapnya? Kemarin aku melihatnya bersapa dengan langit meski kemudian ia menangis.
Air mata turun pelan dari sisi tengah mata kanannya. Lagi.
0 komentar:
Posting Komentar