28.11.12

My Life (Part II)

Standard

Part 2

Ini tidak akan merubah image seriusku dihadapan bapak penginterview ini. Yaaah . . itu baru awalnya saja yang lucu, karna tanpa disangka ini berlanjut. Bapak itu bernama pak Yoga. Beliau mempersilahkan ku duduk. Dan interview pun dimulai. Beliau memberikan beberapa pertanyaan padaku, seperti Apa yang membuat anda berminat untuk melanjutkan studi disini?, mengapa anda memilih untuk melanjutkan studi disini?, apa pekerjaan ayah mba?  Dan beberapa pertanyaan lucu juga tentunya. Seperti saat ditengah-tengah proses interview beliau menanyakan Anda benar anak SMA kan? (hahaha) dan beliau berkata “Nama panggilan mba siapa?”, “Lana pak” jawabku. Beliau berkata saya juga memiliki keponakan seumuran dengan mba namanya juga lana, tapi dia cowo, dibatinku haha bapak mau kenalkan dia sama saya? Hahaha halah modus. Dibalik itu juga pak Yoga juga memberiku banyak wejangan/ nasehat, dan nasehat itu masih aku ingat sampe sekarang. Intinya begini nih. 

23.11.12

Kisah Cinta Senja (Part 2)

Standard

Part 2
kisah cinta senja
Cerita ini saya buat berbeda sudut pandang tokohnya. Semoga tidak mengurangi rasa tertarik pembaca untuk membaca cerita saya. J
“kalo kamu mau jadi pacarku aku punya syarat buat kamu yang harus kamu penuhi selama kita pacaran, kamu mau penuhi ga?”. “iya, aku mau.. apa itu?”
“aku pingin kita selalu bisa jaga perasaan masing-masing, aku mau kamu slalu bales kalo aku sms kamu, aku mau kita pacaran ga ada ciuman ga ada pelukan, gimana kamu masi mau sama aku?”. Riko menganggukan kepala dan tersenyum manis padaku. Dan di akhir hari aku bertemu dengan dia di tanggal spesial, dia memeriku sebuah hadiah.

22.11.12

Sahabat

Standard

Sahabat..
Ketahuilah engkau yang selalu ada temani raga ini
Dalam setiap edaran waktu yang terus mlaju
Yang membuat raga ini menjadi kembali kuat
Saat dirasa tak mampu untuk sekedar menengadahkan asa
Yang membuat nyata api jiwa kembali menyala
Ketika api raga teredup oleh hujan dunia
Yang slalu ada sebagai tempat bersandar ketika alun kehidupan ini membuat raga lelah
Sahabat engkau memberi sebuah makna lebih dari arti
Kau sesuatu yang nyata

18.11.12

Kisah Cinta Senja

Standard

Kisah Cinta Senja

Kisah ini berawal dari seorang remaja muda yang masih labil mencoba mencari kesempurnaan rasa cinta yang mengindahkan dunia.
Senja namanya, saat itu  ia masih duduk di bangku sma kelas 2. Ia bertemu dengan seorang lelaki yang sebelumnya ia kenal dari facebook. Yang ternyata asalah  teman satu smp .
Ia bertemu setelah sekian lama berhubungan hanya lewat facebook dan sms dengan sekedar bertelfon. Tentu dari percakapan ini membuat mereka berdua saling dekat dan saling memahami satu sama lain. Merasa ada kecocokn dalam berbicara komunikasi ini pun trus berlanjut hingga suatu ketika ia mengajak senja untuk bertemu.
Dan tanpa disangka pertemuan perdananya itu membuat senja tercengang. Dia tampan dia terlihat charming, waktu itu adalah hari ulang tahun senja. Setelah beberapa waktu mereka berbincang ia (panggil saja Riko) megutarakan perasaan pada senja. “Kamu tau ga, ibaratkanlah masa lalu itu adalah istana pasir ditepi pantai. Kamu tentu tau pasti ada ombak  disana seberapapun megahnya dan indah istana itu terlihat, sejalan dengan waktu itu semua akan terkikis oleh ombak yang sedikit dem sedikit akan meluruhkan kemegahan dan keindahan istana masa lalu itu. Dan aku mau jadi ombak itu, kamu mau ga terima aku?”

Lelah Malam Beralih Fajar

Standard

di sela lelah sang petang beralih fajar
udara ini merongrong alir nafas
gersang hidup, gurun dibumi
sesakkan akal, jantung
bumi serasa tak berarti
lepas semua inginkan galaksi sana
hirup udara atmosfernya
inginkan kembali tanpa pergi
kembali hidup untuk tak menjadi mati
atau mati kembali untuk menjadi hidup
inginkan kembali tanpa pergi . .


by Rania Lana Rifat

9.11.12

Waktu Tersekat

Standard
Kemabli lagi aku beranjak dari keadaan
Laju waktu yang tersekat waktu
Lalu.. Saat ini.. Nanti..
Kini ku ceritakan laju waktu yang tersekat saat ini
Aku yang terbawa lepas oleh angin musim semi
Yang tenang menyemai benih baru
Tepatnya benih rasaku yang mulai menggeliat
Berlomba meraih terjun dalam dunia agar hidup kembali
Tersemai keindahan, sejuk air pesona, dan hangat sinar dari ronamu..
Aku benar ingin waktu tersekat seperti ini
Dan aku juga tau waktu akan terus berjalan
Aku berharap saat ku benar-benar tlah terhidup
Ku ingin slalu indahmu yang mengisi kalbu, pesonamu yang menyanjung diri ini,
Dan hangat pribadimu yang cairkan kebekuanku..
Pada diriku yang baru terhidup kembali
Kembali pada waktu yang tersekat saat ini..
Hingga esok dan nanti..


by Rania Lana Rifat

3.11.12

My Life

Standard

Part 1

Ceritaku berawal sewaktu aku memulai kehidupan studi pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi seorang mahasiswa. setelah pengumuman ujian keluar, aku dinyatakan lulus, nilai yang kudapat cukup memuaskan bahkan apa yang ku targetkan tercapai ya.. nilai 90 pada mapel matematik, yah meki itu di bagian ujian sekolah. atas keberhasilan dalam ujianku ini aku dibelikan sebuah laptop oleh ayahku. Ayah tidak tanggung - tanggung membelikan laptop yang bermerk untukku. Aku sangat bangga dan bahagia menerima hadiah ini. 
Disisi lain dari kelulusanku masi ada satu target lagi yang harus ku capai, yakni mendapatkan perguruan tinggi yang mampu untuk dijadikan sarana atas kemampuan dan minatku, tentang teknologi.
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA atau STMIK AMIKOM PURWOKERTO saat aku duduk d kelas 2 SMA adalah nama perguruan tinggi yang ingin aku tuju, namun seiring berjalannya waktu diikuti koflik yang terjadi pada keluargaku, aku merasa tak dapat meninggalkan kota tempat tinggalku. Mencari saran akhirnya waktu itu ku datang pada guru BK berharap mendapatkan solusi guruku memberi rekomendasi untuk 2 universitas yang sekiranya terdapat fakultas yang menysangkut dengan Teknologi. UNSOED dan UMP jurusan Teknik Informatika. Tanpa ku tanya bermacam lagi aku mencoba untuk mendaftar pada UMP lewat jalur bakat dan minat. bersama temanku tias kami mencoba peruntungan disana, kami memilih jurusan dan fakultas berbeda. Setelah satu minggu berlalu datanglah surat dari UMP yang berisikan penyataan bahwa aku telah diterima.
Aku yang sama sekali tidak tau bagaimana nanti kalau jadi aku berkuliah disana bertanya pada salah satu temanku, dia memberi tahuku beberapa aturan yang sangat umum jika bersekolah disana, namun salah satu yang membuatku berat adalah aturan untuk menggunakan jilbab. 
Mungkin terdengar konyol ketika karna hal itu aku memutuskan untuk tidak menindak lanjuti surat dari univ satu ini, ak berlanjut mencari info tentang pedaftaran di UNSOED katanya kampus untuk Teknik Informatika tidak berada di Purwokerto juga cara masuknya yang harus melalui jalur alternatif IPC karna aku berasal dari jurusan IPS dan yang paling membuatku berfikir sribukali lagi adalah biaya kuliah nanti yang selangit.
Mungkin ini yang namanya jodoh, disela waktu aku menyibukan mencoba UMP dan mencari info d UNSOED, ada temanku yang ternyata sudah mendaftar di STMIK AMIKOM PURWOKERTO. Sebelumnya aku hampir putus asa karna dari pihak STMIK AMIKOM PURWOKERTO sendiri tidak pernah meberikan informasi apapun.
Akhirnya aku bergegas dengan ibu memberanikan diri mendaftar di sana. Isambut oleh resepsionis yang cantik bak bidadari aku ditanya “Ada yang bisa saya bantu?” dengan iringan senyum manis. Setelah kami bercakap ternyata bagai mendapat durian runtuh, pendaftaran gelombang khusus ternyata masih terbuka. Aku langsung saja semangat untuk melanjutkan persyaratan yang ada.  Syarat yang harus dipenuhi untuk gelombang khusus adalah tes wawancara.
Pada saat itu aku diwawancara oleh salah satu dosen dari STMIK AMIKOM PURWOKERTO. Kejadian lucu pada saat itu berawal dari aku menunggu antrean untuk wawancara. Diwaktu itu hanya aku pendaftar yang masih menggunakan baju osis. Saat nomor ku terpanggil aku mencoba membuka pintu dengan tenang dan melafadzkan “bismillah, ya allah semoga aku sukses diinterview”, saat aku mau membuka pintu dalam batik aku berkata “loh kok ini pintu ga mau dibuka ya alloh?” sambil aku jeklak jeklek pintu sampai akhirnya bapak penginterview itu yang membukakan pintu untukku. Dalam hati aku hanya bisa membodohkn diri sedikit dan berharap 


bersambung. .


My Life part 2

30.6.12

My friend

Standard
Saat kembali aku bertemu dengan irama ini
Sejenak jiwaku menyambangi sosoknya
Rasa sepi itu aku bisa rasa
Meski tawa adalah sisipan cerita yang slalu ia cipta
Tapi entah apa saat aku
Melihat bahasa halus dari matanya
Aku tau betapa dalam rasa kesepiannya
Saat tawa atau canda tak sapa
Aku ingin tau dari setiap ruang hatinya
Dan apa yang akal dan nurani percakapkan
Kurasa rasa sepinya itu yang membawanya pada jalan itu
Tintaku kini mulai surut, pena yang ku pegang
Karna aku tak dapat lagi mengisi pena ini dengan apa yang kutau
Karna tinta pena ini hanya terisi
Saat aku bisa memeluk bahasa matanya..


by Rania Lana Rifat

Pungguk dan Senandung Rembulan Hitam

Standard
Senandung rembulan hitam
Terlihat kembali menghiasi langit yang kacau
Rangkaian rasi bintang di langit sana
Tak menuntun sang pungguk kembali
Tersesat oleh imaginasi, buaian indah ang langit hati
Menengadah melihat kearah rembulan hitam itu
Mengikuti buai demi buai langit hati lewat rasi bintang yang sesat
Oh aku hanya ingin kembali
Tlah cukup lama aku menengadah kearahmu
Waktu demi waktu aku jalani untukmu
Namun mengapa yang ku dengar, yang ku lihat kian..
Senandung rembulan hitam
Tundukan kepala ia pun melihat
Genangan air pantulkan wajahnya
Oh aku hanyalah seorang pungguk..
Yang tak seharusnya mengais sedikit keindahan


by Rania Lana  Rifat

Ungkapan hati

Standard
Aku ingin dia tak perlu tau
Tentang senyumku yang bukan karnanya
Tentang rasaku yang tak teruntuknya
Tentang tangisku yang ingin terhibur bukan dengannya
Tentang rinduku yang takkan terbalas
Jikalah laku dan bahasa
Aku merasa lelah
Karna takkan dimengerti ayau
Ia tak mau mengerti
Merasa sedikit lelah dengan kisahku
Sayup cinta tak ku rasa bersamanya


by Rania Lana Rifat

Cinta Buta

Standard
Dan apa daya hati yang telah emilih
Meski perih dan air mata yang menyapa
Biarlah..
Apa daya rasa yang telah jatuh hati
Mesi kenyataan tak pernah mau mengerti
Biarlah..
Apa daya akal yang telah tak mampu berfikir
Meski terasa tak mungkin asa untuk tergapai
Biarlah..
Alunan nada dari jiwa yang mengharap
Terasa air mata sebagai bahasa
Bahwa..
Ia masih menanti
Ia masih merindu
Ia masih ingin mendengar
Cinta dari penantiannya yang pasti
Namun serasa semu


by Rania Lana Rifat

12.5.12

Dalam Hati Siapa Tau

Standard
Rasa perih yang tlah menyapaku
Aku jauh terlalu jauh aku menatap
Menatapmu diriku kita
Tak sampai hati aku berfikir
Dan tak sampai akal aku mengira
Cinta akan begitu sakit
Rasa tak terbalas dengan kasih
Ketidak sempurnaannya trrlambat ku ketahui
Karna hanya keistimewaan yang dia miliki
Tutup semua tentang sisi lain
Masa lalu indah kembali
Sosok kekasih baginya kembali tanpa sebuah kepastian namun,
Rapuh hati tiada kuat menopang rasa yang sempat jua hilang
Mencoba meraih tapi tanpa ia lihat
Satu dan hanya satu cinta tlah untuknya
Selimutinya dengan jiwa yang baru merasa sempurnanya cinta
Kekhilafan yang belum dapat termaafkan
Namun cinta disini tak bisa berdusta
Enggan untuk berpaling..


By Rania Lana Rifat

Tauku Inginku

Standard
Tauku ingin menyapa dirimu menjadikan
Kata kata ini dapat kutulis
Dapatku rangkai dengan indah
Tanpa batas
Tauku ingin bahwa kata yang kurangkai
Slama ini kau baca
Tauku ingin hanya sepi yang kudapat
Rasa rindu ini menyapaku
Tauku imngin waktu membuatku bertahan
Dan ingin ku tahu
Dirimu..


By Rania Lana Rifat 

Hembus Yang Kurindu

Standard
Dan kini hembus itu kembali menyapaku
Rapuh jiwaku membuka mata
Yang masih menunggu
Namun raga ditempat rapuhnya jiwaku
Terbelenggu sebuah rasa cinta semu
Yang terasa nyata ketika amarah
Atau sang cemburu sang bahasa berkata
Rapuh masih jiwaku masih
Inginkan hembusmu kembali
Tiupkan perlahan bagian nyawaku
Kuatkan jiwaku, aku yang raouh
Jiwaku yangt rapuh
Tubuhku yang terbelenggu
Hembusmu..

Tapi Tentang Dirinya

Standard
Tak bisa aku pungkiri
Saat sedih saat sepi
Bukanlah sosokmu yang hadir dalam benak ini
Rindu hanya ungkapan kata yang terbata
Yang aku tau pasti rindu ini takkan tersampaikan
Yang hanya aku bisa rasa tanpa bahasa
Cinta dari dia yang masih selimuti hati ini
Hanya aku yang tau
Kenyataan tlah menepikan sosoknya dari hidupku
Tapi apa dayaku cinta dan rindu masih untuknya
Meski aku tau ini kebodohanku
Rasa yang tak kan terjawab
Dalam hati ini ingin ku sampaikan padamu
Kembalilah..
Wahai sayangku...
Aku yang masih terjebak disini
Terjebak rasa  yang kau beri dulu dan segala kenangan itu
Masihlah dirimu


By Rania Lana Rifat

11.5.12

Pelukan Rasa

Standard
Dalam setiaku pada sang waktu
Aku hadirkan kau dalam nyataku
Dalam setiaku pada sang kehidupan
Aku hadirkan kau dalam tiap lelap tidurku
Lelahku takkan jadi sesuatu yang berarti
Penatku tak halangi raga yang bersemikan jiwa yang kasmaran
Saat lembut wangi tubuhm,u redamkan rindu
dan beribu makna yang kau beri dalam hidupku
dalam diriku
Rasa ini semakin erat mendekap hatimu
Berharap waktu tak ubah cerita yang ku hayalkan...


By Rania Lana Rifat

Dirinya

Standard
Baris demi baris aku tulis
Beribu kata tlah ku tata
Bahasa ku yang terbatas
Mencoba menjabarkan dirimu
Dengan sederhana..
Jiwaku rasuki relung relung hatimu
Dengan sederhana
Jiwaku meminta pintu pintu tiap rasa indahmu
dapat terbuka perlahan untuk rontaan jiwaku
Hadirmu inginku dekap sepanjang waktu
Semampuku hingga ku lesap
Sekuatku hingga aku tak mampu
Agar..
Kau tau betapa aku kagumi dan dambamu


By Rania Lana Rifat

Aku merindu

Standard
Hari hari inginku jadikan kau adalah sebuah titian
Titian rasaku yang mengalun tak beraturan
Yang rasaku teriundah menyapa untuk hatinya
Waktu waktu inginku jadikan kau penembus batas
Hatiku yang kian mengaguminya
Yang tak mampu untukku merelakannya pergi
Yang ku impi saat ku tiada arti
Duhai dirimu yang rajai alam fanaku
Kau yang slalu ada dalam aku tertatih
Aku berdiri aku mendamba aku mencinta
Jerat hatiku ingin ku lepas bersama dirimu
dan aku merindu


By Rania Lana Rifat

Galau

Standard
Jangan cintaiku sepenuh hati
saat ini...
Jangan rindu aku sedalam hati
saat ini..
Jangan pedulikan aku setinggi hati
Saat ini terbit sang surya
Hingga masa semua sedalam hati saat ini
Lalu kemana cinta, rindu, dan peduli
Saat sang surya tlah tenggelam
Bahwa setiap hati akan berbatas

By Rania Lana Rifat

Imaginasi Sang Api Diri

Standard
Andai ku miliki beribu tentara
Ingin ku bantai dirimu oleh mereka
Andai ku miliki beribu pisau
Ingin ku lempar semua pada tubuhmu
Andai kumiliki peralatan perang mutakhir
Takkan ku hancurkan negri adidaya itu
Tapi kau yang kuhancurkan
Andai ku seorang kuasa
Inginku luluh lantahkan semua
Andaiku wolfrine..
Inginku cabik  hingga hancur dirimu
dan andai..
Andai waktu dapat kuputar
Tak akan ku biarkan diriku mengenalmu
dan senyatanya
Aku hanya dapat merelakan semua
Dengan benci dan hasrat yang kuredam perlahan


By Rania Lana Rifat

Tak Seperti Dirimu

Standard
Aku mungkin tak sebijak dirimu
Aku mungkin tak sedewasa dirimu
Aku mungkin tak sepandai dirimu
Dirimu yang menghanyutkan
Dirimu yang begitu tinggi
Dirimu yang begitu istimewa
Kebodohan yang memintarkanmu
Kejujuran yang menjahatkanmu
Ketakutan yang membakarmu
Setidaknya...
Kurang bijakku tak bodohi diriku
Kurang dewasaku tak lukaimu
Ketidak pandaianku tak bohongi dirimu
Tak seperti dirimu


By Rania Lana Rifat

Ilalang Dalam Tanah Hatiku

Standard
Hujaman rasa ini begitu dahsyat
Akulah ilalang yang tertepa badai
Helai akalku perlahan terbang menghilang
Terombang ambing sapuan badai
Tersibak keras hempasan
Bertahan tertanam dalam tanah
Akar imanku mencengkram
Menahanku agar tetap tertanam
Hingga badai ini reda
Akulah yang masih tersisa dan merunduk
Akulah batang yang hampir patah
Akulah diam yang mencari tenang
Akulah sepi yang mencari damai
Akulah sendiri yang berharap matahari
Akulah gundah yang menunggu sepoi
Bawakan benih tumbuhkan rasaku lagi


By Rania Lana Rifat

Yang Kedua

Standard
Sesuatu yang baru kutulis dalam lembar kedua
Yang entah ku tau apa yang akan terjadi
Kutulis lembar itu dengan batu awalnya
Keras berdecit dan ah.. melelahkan
Waktu menuntunku
Mengajariku bagaimana cara bercerita
Mengajariku bagaimana cara melukiskan rasa lalu,
Kutulis kisah ini dengan sebuah bahasa
Lemah hati jadikan aku terbawa dalam kisah
Tak terduga indah dalam cinta, amarah, ego dan ketakutan
Dan kini kutulis kisah ini dengan rasa
Tak terduga amarah dalam rindu dan putus asa
Aku yang terkadang tak mengerti


By Rania Lana Rifat

Penantian Keakuanku

Standard
Perbawa hati terlihat di pelupuk mata
Laku dan adab hantarkan lembut kasih
Dalam tegas ku rindu
Dalam lelahmu ku paham
Dalam bijak ku mengerti
dan. .
Dalam seranai ucap
Bawalah aku menjadi sesuatu
Hanya mimpi kutulis semua ini
Hanya mimpi tanpa realita ku impi ini
dan hanyalah sebuah hanya
Nyata tak membawa harap
Bak tandus yang merindu sang hujan
Akulah sang tandus itu
Yang tlah terlalu gersang mendamba
Hujan yang hidupkan seluruh keakuanku