26.4.14

Detak Hati Yang Hilang

Standard
Aku menyambangimu dengan diam. Aku menantikan hadirmupun dengan diam. Dan saking diamnya hingga kau tak mengerti. Merasa bahasa yang ada tak cukup untuk membahasakan ingin dariku terhadapmu. Dimata yang lain aku tak seperti seorang yang sedang gandrung terhadap sosokmu yang begitu ku rahasiakan.
Begitu pandai aku menyembunyikannya. Aku bahagia saja melihatmu dan kau seorang yang kuingat sewaktu ku berangkat tidur dan ketika tlah terbangun setelahnya. Aku bahagia saja mendapatimu masih menyendari asik dengan duniamu. Karna waktu yang terus bergulir aku mulai menyadari aku tak seharusnya begini. Hanya cukup bahagia melihatmu. Hanya bahagia dengan sekedar saling melempar pandang dan senyum yang mulai membeku. Kapan mulai mencair kepada kita obrolan – obrolan ?
Masihkah aku kau berikan kesempatan, tunggu aku. Sebentar saja dan bersabarlah. Aku tak ingin menyiakan bahagiaku yang kemarin aku batasi dengan diam. Sambutlah aku ketika aku mulai datang untuk menyapa duniamu. Tak hanya melihatmu bahagia, itu tak cukkup untukku. Berbahagialah bersamaku. .

bersambung..

0 komentar: