Aku menyambangimu dengan
diam. Aku menantikan hadirmupun dengan diam. Dan saking diamnya
hingga kau tak mengerti. Merasa bahasa yang ada tak cukup untuk
membahasakan ingin dariku terhadapmu. Dimata yang lain aku tak
seperti seorang yang sedang gandrung terhadap sosokmu yang begitu ku
rahasiakan.
Begitu pandai aku menyembunyikannya. Aku bahagia saja
melihatmu dan kau seorang yang kuingat sewaktu ku berangkat tidur dan
ketika tlah terbangun setelahnya. Aku bahagia saja mendapatimu masih
menyendari asik dengan duniamu. Karna waktu yang terus bergulir aku
mulai menyadari aku tak seharusnya begini. Hanya cukup bahagia
melihatmu. Hanya bahagia dengan sekedar saling melempar pandang dan
senyum yang mulai membeku. Kapan mulai mencair kepada kita obrolan –
obrolan ?
Masihkah aku kau berikan
kesempatan, tunggu aku. Sebentar saja dan bersabarlah. Aku tak ingin
menyiakan bahagiaku yang kemarin aku batasi dengan diam. Sambutlah
aku ketika aku mulai datang untuk menyapa duniamu. Tak hanya
melihatmu bahagia, itu tak cukkup untukku. Berbahagialah bersamaku. .
bersambung..
0 komentar:
Posting Komentar