14.1.13

SARAPAN PERTAMA DI JANUARI 2013

Standard

Ini sarapan pagi pertamaku di bulan januari ini, bukan berarti selama 13 hari aku tak sarapan. Aku sarapan tapi tak sepagi ini. Sekitar jam 9 biasanya aku mengisi suplai energiku sebelum kuliah. Ku nikmati makan pagiku ini dengan santai ditemani segelas teh panas d samping laptop, sembari aku makan dengan bergantian jari ku ini mulai mengetik sebuah cerita. Yah.. cerita yang terinspirasi dari sarapan pagi pertama di bulan januari. Kau hadir lebih awal hari ini. Menyapaku dengan gayamu yang khas. Kau tlah ciptakan awal yang indah untuk pagi baruku ini dengan satu senyuman. Ku tengok keluar jendela langit d atas sedang mendung.. ketika ku teguk nikmat manisnya teh hangat ini seketika itu juga hujan rintik turun memecah kesunyian alam yang mulai tergugah dengan sinar mentari jika ini langit tak murung.
Aku kembali larut mendekap jariku rapat pad apuluhan tombol dan minitor yang ada di hadapku. Menikmati pagi pertama dibulan januari ini membuat ku kembali teringat, ketika ku lihat dimonitor sebelah kanan, hari ke 14 d bulan januari. Jika saat aku masih bersamanya tentu sudah dari tengah malam lalu aku ucapkan selamat dan segala pengharapan yang kuingin terhadap hubungan kami. Dan dia memberiku satu kecup manis lewat pesan singkat dan menelfonku memanggilku sayang. . .
aku hanya bisa melempar pandang kembali melihat kini 14 januari yang sebenarnya, tiada dirimu disini. Tiada lagi kita. Tiada lagi aku harus repot-repot mengomel agar kau mau sarapan pagi. Memberimu semangat ketika surat lamaran pekerjaan yang kau layangkan tak sampai pada pimpinan regu elang disana yang siap berperang. Atau yang lebih menyebalkan ketika kau tak pernah ada atau mengerti betapa aku kesepian disini menginginkan kehadiranmu disisiku.  Dengan kaku memilih untuk menyibukan dirimu sendiri dengan kegiatan bodohmu itu.
Yang kini kulihat telah berbeda. Ku hela nafasku pelan. Menjelajah sejenak dalam alam maya si burung biru berkicau. Dan interaksi dirimu dan aku. Ah kau kini sedang memainkan peran sebagai seseorang dalam diriku yang membuatku tak mengalihkan pandangku pada dunia untuk tak menghabiskannya dengan jengah atau hanya lamunan.
Kembali aku hanya tersenyum padamu di kamar ini. Aku kembali melihat lagi jam yang berdetak nyaring namun baru ku dengar detaknya kali ini karna saking seriusnya aku bermain game, melamunkanmu, melamunkan kita, kuliah. .
Oh ya kuliah,.. sudah habis waktu. Aku ambil handuk tuk segera membersihkan diri. Mungkin saja dengan percik dan guyuran air yang membasahi tubuhku membuatku segar kembali membuatku membuka mata ini sudah waktunya aku bangun.

0 komentar: