18.1.13

Kisah Cinta Senja (Part 4)

Standard

Ga kerasa aku dan riko sudah menjalani hubungan hampir satu tahun. Waktu itu masanya kami mulai melangkah pada satu jenjang yang lebih tinggi lagi, riko memutuskan untuk bekerja dan aku kuliah. Aku jalani hubungan ku yang semakin kesini semakin membuatku jengah. Pernah suatu ketika mama menanyakan keseriusan riko padaku. Yah aku ga bisa buat banyak bilang ke mama. Meski disisi lain riko pernah berkata padaku atas keseriusannya, ketika kehidupan dia benar-benar sudah mapan dia akan melamarku, bahkan aku pun sempat kaget atas pertanyaan yang dia ajukan padaku, ‘ sayaanku, boleh kan seorang yang udah menjadi mahasiswa itu statusnya uda nikah?’ , aku hanya menjawab itu seperlunya. Dengan dia yang begitu keras keinginannya atas hubungan ini tapi aku merasa ini tak dapat diteruskan karna apa yang dia inginkan tak sejalan dengan perjuangan dia lakukan untuk mendapatkan penghidupannya. Disisi lain selama kami berhubungan aku merasa dia tak bisa melindungiku. Seorang wanita lah yang seharusnya bersandar pada bahu lelakinya, bukan sebaliknya.. .
Lambat laun tanpa ku sadari mamaku juga mengamati hubungan aku dengan riko, seperti yang kukira mama mulai tak setuju dengan hubungan kami. Aku tak pernah memberitahu riko tentang keadaan ini.
Semakin hari semakin aku berfikir tentang aku dengan dia untuk kedepannya. Aku adalah pribadi yang seius dan keras, da dia tak pernah menyadari itu. Dia selalu menganggapku anak manis yang penurut, oh dude im no longer for spent my time to be a sweetest thing for you. .
Dan jika selelu kufikirkan masak-masak lagi, ku sinkronkan dengan rencana masa depanku dengan seorang dia. . aku hatiku selalu berkata tidak. . .
Bagaimana mungkin, saat kami masi pacaran begini saja aku masi merasa kesepian, aku masi merasa aku masih sendiri tidak ada yang mendampingi dan merasa tidak diperhatikan.
dan yang membuatku selalu tak habis fikir, katanya dia mau serius dengan ku namun tak pernah satu kalipun aku dikenalkan dengan orang tuanya, bahkan pernyataan yang paling membuatku merasa terpukul ketika ternyata hubungnan kami ini tak diketahui oleh orangtuanya dengan alasan dia belum mapan, dan dia ingin terlihat baik di mata orang tuanya. So whatdo you think? I’m not totally stupid and i now what i want too
13 september aku putuskan untuk menyudahi hubungan kami. Riko sangat tak terima dengan keputusan yang kubuat, yang terpaksa membiarkan aku pergi.setelah kami putus tak pernah ada lagi kabar atau cerita riko menghubungiku meski itu hanya lewat pesan singkat. Sebenarnya mengetahui ini adalah suatu hal yang membuatku semakin kecewa terhadapnya.
Dan ditambah dengan alasan bodohnya, sama sekali ga ada inisiatif. Dan kusimpulkan keseriusan yang dia bilang tentang hubungan kami waktu itu hanya omong kosong.



THE END.

0 komentar: