Dan kini hembus itu kembali menyapaku
Rapuh jiwaku membuka mata
Yang masih menunggu
Namun raga ditempat rapuhnya jiwaku
Terbelenggu sebuah rasa cinta semu
Yang terasa nyata ketika amarah
Atau sang cemburu sang bahasa berkata
Rapuh masih jiwaku masih
Inginkan hembusmu kembali
Tiupkan perlahan bagian nyawaku
Kuatkan jiwaku, aku yang raouh
Jiwaku yangt rapuh
Tubuhku yang terbelenggu
Hembusmu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar