Part 2
Ini tidak akan merubah image seriusku
dihadapan bapak penginterview ini. Yaaah . . itu baru awalnya saja yang lucu,
karna tanpa disangka ini berlanjut. Bapak itu bernama pak Yoga. Beliau
mempersilahkan ku duduk. Dan interview pun dimulai. Beliau memberikan beberapa
pertanyaan padaku, seperti Apa yang membuat anda berminat untuk melanjutkan
studi disini?, mengapa anda memilih untuk melanjutkan studi disini?, apa
pekerjaan ayah mba? Dan beberapa
pertanyaan lucu juga tentunya. Seperti saat ditengah-tengah proses interview
beliau menanyakan Anda benar anak SMA kan? (hahaha) dan beliau berkata “Nama
panggilan mba siapa?”, “Lana pak” jawabku. Beliau berkata saya juga memiliki
keponakan seumuran dengan mba namanya juga lana, tapi dia cowo, dibatinku haha
bapak mau kenalkan dia sama saya? Hahaha halah modus. Dibalik itu juga pak Yoga
juga memberiku banyak wejangan/ nasehat, dan nasehat itu masih aku ingat sampe
sekarang. Intinya begini nih.
Sebentar lagi mba menjadi mahasiswa, saya harap nati mba bisa mengikuti perkuliahan dengan baik, menjadi seorang mahasiswa sangat jauh berbeda dengan menjadi seorang siswa, mungkin waktu jadi siswa semua akan diatur oleh guru atau kesiswaan atau Bk, tapi tidak setelah mba sudah jadi mahasiswa, nanti mba harus mengurus semuanya sendiri. Tentunya harus belajar untuk jadi pribadi yang lebih mandiri. Jaga diri agar tidak terjerumus dalam hal yang tidak baik, seperti mba liat sendiri kan terkadang di pinggiran jalan ada mahasiswa yang nongkrong-nongkrong tidak jelas. Jangan sia-siakan kepercayaan orang tua, mereka sudah mengeluarkan banyak biaya.
Mendengar apa yang sudah pak Yoga katakan tadi hatiku langsung tergerak dan itu membuat aku semakin semangat untuk lebih serius lagi dalam perkuliahan.
Sebentar lagi mba menjadi mahasiswa, saya harap nati mba bisa mengikuti perkuliahan dengan baik, menjadi seorang mahasiswa sangat jauh berbeda dengan menjadi seorang siswa, mungkin waktu jadi siswa semua akan diatur oleh guru atau kesiswaan atau Bk, tapi tidak setelah mba sudah jadi mahasiswa, nanti mba harus mengurus semuanya sendiri. Tentunya harus belajar untuk jadi pribadi yang lebih mandiri. Jaga diri agar tidak terjerumus dalam hal yang tidak baik, seperti mba liat sendiri kan terkadang di pinggiran jalan ada mahasiswa yang nongkrong-nongkrong tidak jelas. Jangan sia-siakan kepercayaan orang tua, mereka sudah mengeluarkan banyak biaya.
Mendengar apa yang sudah pak Yoga katakan tadi hatiku langsung tergerak dan itu membuat aku semakin semangat untuk lebih serius lagi dalam perkuliahan.
Setelah ngalor-ngidul diinterview,
akhirnya selesai juga. Aku keluar dari ruang itu dengan wajah senang dan
gembira. Tapi ngenes juga orang-orang yang ngliat aku habis bolak balik ke
kampus ga dianter siapa-siapa atau ditemani. Yaaaah biarlah.
Dua hari kemudian aku mendapat
panggilan dari kampus untuk mengambil hasil interview yang lalu. Dengan rasa
deg-degan dan penasaran yang sungguh rasanya, aku sendiri berangkat ke kampus.
Langsung langkahku tertuju pada front office. “mba, maaf saya ingin mengambil hasil interview yang
lalu”. Dengan ramah petugas d front office itu memberiku surat yang isinya aku
diterima di perguruan tinggi itu. Haaaaa aku beras a ingin terbang rasanya,
impianku sudah tercapai. Setelah mendapat surat itu, petugas cantik memberiku
surat lagi yang isinya keg perkuliahan sebelum kegiatan belajar mengajar full
dan sederet biaya administrasi yang harus dipenuhi.
Kegiatan sebelum perkuliahan itu
namanya PSU (Penggalian Potensi Mahasiswa) dimana dalam kegiatan PSU ini
tercakup 1 mata kuliah yang memiliki bobot 2 sks. Kegiatan ini berlangsung
selama 4 hari. Aku siap untuk kegatan
ini, inilah awal ku meraih kesuksesan dan mimpiku. Menjadi seorang ahli dalam
bidang IT.
2 komentar:
Ini yang dimaksud pak Yoga siapa ya??? Dosen Amikom yang cakep itu ya???? Hmmmmm......
pak Prayoga Pribadi :)
Posting Komentar