3.11.12

My Life

Standard

Part 1

Ceritaku berawal sewaktu aku memulai kehidupan studi pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi seorang mahasiswa. setelah pengumuman ujian keluar, aku dinyatakan lulus, nilai yang kudapat cukup memuaskan bahkan apa yang ku targetkan tercapai ya.. nilai 90 pada mapel matematik, yah meki itu di bagian ujian sekolah. atas keberhasilan dalam ujianku ini aku dibelikan sebuah laptop oleh ayahku. Ayah tidak tanggung - tanggung membelikan laptop yang bermerk untukku. Aku sangat bangga dan bahagia menerima hadiah ini. 
Disisi lain dari kelulusanku masi ada satu target lagi yang harus ku capai, yakni mendapatkan perguruan tinggi yang mampu untuk dijadikan sarana atas kemampuan dan minatku, tentang teknologi.
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA atau STMIK AMIKOM PURWOKERTO saat aku duduk d kelas 2 SMA adalah nama perguruan tinggi yang ingin aku tuju, namun seiring berjalannya waktu diikuti koflik yang terjadi pada keluargaku, aku merasa tak dapat meninggalkan kota tempat tinggalku. Mencari saran akhirnya waktu itu ku datang pada guru BK berharap mendapatkan solusi guruku memberi rekomendasi untuk 2 universitas yang sekiranya terdapat fakultas yang menysangkut dengan Teknologi. UNSOED dan UMP jurusan Teknik Informatika. Tanpa ku tanya bermacam lagi aku mencoba untuk mendaftar pada UMP lewat jalur bakat dan minat. bersama temanku tias kami mencoba peruntungan disana, kami memilih jurusan dan fakultas berbeda. Setelah satu minggu berlalu datanglah surat dari UMP yang berisikan penyataan bahwa aku telah diterima.
Aku yang sama sekali tidak tau bagaimana nanti kalau jadi aku berkuliah disana bertanya pada salah satu temanku, dia memberi tahuku beberapa aturan yang sangat umum jika bersekolah disana, namun salah satu yang membuatku berat adalah aturan untuk menggunakan jilbab. 
Mungkin terdengar konyol ketika karna hal itu aku memutuskan untuk tidak menindak lanjuti surat dari univ satu ini, ak berlanjut mencari info tentang pedaftaran di UNSOED katanya kampus untuk Teknik Informatika tidak berada di Purwokerto juga cara masuknya yang harus melalui jalur alternatif IPC karna aku berasal dari jurusan IPS dan yang paling membuatku berfikir sribukali lagi adalah biaya kuliah nanti yang selangit.
Mungkin ini yang namanya jodoh, disela waktu aku menyibukan mencoba UMP dan mencari info d UNSOED, ada temanku yang ternyata sudah mendaftar di STMIK AMIKOM PURWOKERTO. Sebelumnya aku hampir putus asa karna dari pihak STMIK AMIKOM PURWOKERTO sendiri tidak pernah meberikan informasi apapun.
Akhirnya aku bergegas dengan ibu memberanikan diri mendaftar di sana. Isambut oleh resepsionis yang cantik bak bidadari aku ditanya “Ada yang bisa saya bantu?” dengan iringan senyum manis. Setelah kami bercakap ternyata bagai mendapat durian runtuh, pendaftaran gelombang khusus ternyata masih terbuka. Aku langsung saja semangat untuk melanjutkan persyaratan yang ada.  Syarat yang harus dipenuhi untuk gelombang khusus adalah tes wawancara.
Pada saat itu aku diwawancara oleh salah satu dosen dari STMIK AMIKOM PURWOKERTO. Kejadian lucu pada saat itu berawal dari aku menunggu antrean untuk wawancara. Diwaktu itu hanya aku pendaftar yang masih menggunakan baju osis. Saat nomor ku terpanggil aku mencoba membuka pintu dengan tenang dan melafadzkan “bismillah, ya allah semoga aku sukses diinterview”, saat aku mau membuka pintu dalam batik aku berkata “loh kok ini pintu ga mau dibuka ya alloh?” sambil aku jeklak jeklek pintu sampai akhirnya bapak penginterview itu yang membukakan pintu untukku. Dalam hati aku hanya bisa membodohkn diri sedikit dan berharap 


bersambung. .


My Life part 2

0 komentar: