22.6.13

Pelangi Bertanya Hati

Standard
Ada cerita baru yang ingin ku tuliskan. Dan segala atmosfer yang sangat membuat udara bersama dengan indah. Hembusan yang ada ingin ku padu dengan degup rasa yang ada dalam hati ini. Mereka dengan warnanya menari dalam angan hidupku, ingin segera keluar memenuhi langit di cerita baruku ini. Badai tlah berlalu, semua kesedihan dapat terganti.
Hatimu begitu menggodaku, begitu memikatku. Kau jangan sering keluarkan senyuman indah itu. Aku hanya bisa tersipu dalam hati menyembunyikan cinta dalam masa bodohnya sikapku. Kau juga jangan terlalu sering berusaha untuk menjadi dekat denganku. Karna aku takut kau akan mendengar semua sorakan dihatiku yang meneriakkan kebahagiaannya dapat dekat denganmu.

Aku mau, kamu meredupkan sinar yang begitu terang dimataku. Kau melesat bagai komet mendarat dihatiku yang terdalam. Cintaku jatuh begitu saja pada sosok dirimu. Jangan. . jangan . . jangan. . . . lagi –lagi kau buat aku terpesona. Oh cukup, aku begitu menggila karnamu. Detik ini dapat ku habiskan selama waktu untuk serasa semenit waktu berjalan. Kau objek yang tak bosan untuk aku nikmati indahnya. Rasa bosan tak suka dengan dirimu, dan aku begitu menyukaimu. Oh aku ingin sekali tau, apa senyum itu, apa perhatian ini hanya untukku? atau  wanita lain disisimu juga mendapatkannya.

Tanya ini yang menggugahku. Menyelinap diam-diam menyusupi rahasia dirimu. Tapi . . aku tak dapat membukanya, biar ku ketuk hatimu dan bukalah untukku, lalu berikanlah kunci itu padaku.. ummmm kau baik sekali. Bolehkah aku menciummu? Kau begitu membuatku bahagia. Tapi.. jangan dulu, tapi aku ingin memelukmu... ummm jangan dulu juga. . . tapi aku ingin bersandar dibahumu. . umm tapi kutak bisa. Kapan kau jadikan aku kekasihmu?

0 komentar: