2.2.13

4. Rahasia Dalam Tubuh Fla

Standard

Suara burung yang berkicau pagi itu menambah hangat suasana dalam rumah mr christopher. Seperti pagi biasanya mereka sarapan bersama, menikmati makanan yang diletakkan dalam meja lingkar ada roti telur mata sapi selai dan salad. Menu pagi ini. Fla anak perempuan mr christopher ini memulai paginya dengan memainkan sarapannya. “Fla.. ayolah tak baik kau memainkan makan pagimu ” kata mrs vivle. Akhirnya ia tinggalkan sarapannya lalu menyuapi Fla. “Istriku... dimana josh?” tanya mr christopher pada mrs vivle.” Mungkin masih dikamarnya, “biar aku lihat “makan dengan baik sarapanmu sayang..”
Crackkk. . . mrs vivle membuka pintu kamar josh, terlihat kamarnya yang masih rapih dan josh yang masih bersembunyi di balik selimutnya masih asik dalam alam mimpinya.”Ayolah josh ini sudah siang, bangunlah sarapanmu sudah menunggu, kau tak ingin ayahmu mengomel kan. . .”, yang terdengar hanya desahan josh yang masih berat untuk bangun dan mulai menikmati hari. Kembali mrs vivle turun ke ruang makan, “mungkin sebentar lagi ia turun ayah..”. dan beberapa saat kemudian,”Ayaah.. maaf. . .”
“Sudahlah josh cepat lah waktu tak akan menunggumu untuk berlama lama lagi”. Josh habiskan sarapan dengan cepat dan segera pergi untuk berlatih, mereka berpamitan pada mrs vivle dan tentu saja Fla. 

“Mom.. bolehkah aku pergi main keluar?, cuaca hari ini begitu bagus aku ingin main keluar. .” rengek si kecil fla pada ibunya. “tentu saja putriku, jangan main jauh-jauh dari rumah”, sekejap saja fla tahu ia mendapat izin kaki kecilnya segera mengambil langkah pergi keluar rumah.
Ia menengadahkan kepala mungilnya ke langit, langit biru cerah tanpa awan, ia berjalan ke arah taman di sebelah rumahnya, ia mainkan bonekanya , boneka kesayangannya yang tak pernah ia tinggal kemana pun fla pergi. Dengan tingkah lucunya fla, ia mainkan boneka beruangnya bak ia hidup, ia tertawa kecil memainkannya mengajaknya bicara, mengajaknya berjalan kesana kemari, hingga permainannya ia hentikan sejenak karna tertegun melihat kelinci yang sedang melompat dengan tak wajar. Fla mendekati kelinci perlahan, ia waspada, dengan memeluk boneka beruangnya dengan lebih erat. Kelinci yang tak berdaya itu hanya bisa diam pasrah tak dapat melarikan dirinya lagi. “Oh tuan kelinci, kau terluka rupanya...” ia lihat bercak darah di kaki kelinci itu. “Kemarilah kau kelinci, kasian sekali kau..”. ia tanggalkan begitu saja boneka kesayangannya itu di rumput hijau taman, ia membopong kelinci itu dalam pangkuannya. Mata birunya memandang kelinci itu dengan iba. Kemudian ia usapkan tangannya, dan kau tau.. secara ajaib keluar cahaya hijau semu biru ajaib yang begitu saja membuat kelinci itu dan yang kumaksud lukanya menjadi sembuh. Mata birunya yang polos memandang kelinci itu dengan senang, “kini kau dapat kembali bermain tuan kelinci..”.  lalu diturunkan kelinci itu dalam pangkuannya untuk pergi. Kelinci itu pun hanya memandang Fla lalu seketika saja pergi. Fla merasa lelah sudah bermain, ia akhirnya pulang ke rumah. Ia bayangkan mungkin sedikit kue dan segelas susu akan menjadi hal yang bagus. Oh boneka beruangnya, ia yang sudah di ambang pintu kembali lagi ke sebelah rumh dengan sedikit berlari, ia tak ingin boneka beruang kesayangannya kepanasan diluar sana. “Ah.. kau boneka kesayanganku tenanglah, aku tak akan meninggalkanmu...” ia berkata sambil memeluk boneka kesayangannya dengan sayangnya. Segera ia berdiri dan kembali kerumah. Trriiing Tringg.... lonceng pintu rumah berdenting saat pintu terbuka. “Oh manisku.. kau sudah selesai bermain?” sapa mr vivle dangan senyum lembutnya pada fla.”Tentu mom,.. mom. . aku ingin kue dan susu . . .” dengan manjanya ia meminta itu pada mr vivle, “tentu saja manisku, akan mom ambilkan untukmu duduklah. .”, seketika saja mrs vivle mengambilkan kue kesukaan fla dan segelas susu.
“Mom. . . aku ingin bercerita. . .” ucap fla dengan manja sambil ia makan kuenya itu.”Iya.. ceritakan fla, mom ingin mendengarnya. .”. “Tadi kulihat langit diluar biru sekali, tak ada awan mom, dan kami bermain bersama, nomki mengajaku berjalan-jalan ia bercerita kepadaku ada peri yang tinggal d taman samping rumah kita”. “Oh sungguh kah itu manisku? Peri peri itu tentu mungil, dan mereka baik hati bukan? Kata mrs vivle menanggapi kisah anak perempuanya itu . .”Wah.. mom benar, bagaimana mom tau? Apakah nomki menceritakan itu pada mom? Tanya fla dengan rasa ingin taunya yang besar,”sudaah habiskan kue mu.. dan jangan lupa cuci tanganmu setelah selesai, taruhlah dulu beruang nomki kesayanganmu itu sejenak dan ikut ibu membuat makan siang untuk ayah dan kakak nanti. .”, bujuk mrs vivle sekaligus menanggapi pertanyaan yang sangat fla ingin ketaui itu. Dan fla hanya menanggapi dengan mengangguk, ia segera kembali asyik melanjutkan memakan kue kesukaannnya itu. Tentang kejadian ajaib tadi tak ada yang tau kecuali fla sendiri.

0 komentar: