Suara burung yang berkicau pagi itu menambah hangat suasana
dalam rumah mr christopher. Seperti pagi biasanya mereka sarapan bersama,
menikmati makanan yang diletakkan dalam meja lingkar ada roti telur mata sapi
selai dan salad. Menu pagi ini. Fla anak perempuan mr christopher ini memulai
paginya dengan memainkan sarapannya. “Fla.. ayolah tak baik kau memainkan makan
pagimu ” kata mrs vivle. Akhirnya ia tinggalkan sarapannya lalu menyuapi Fla.
“Istriku... dimana josh?” tanya mr christopher pada mrs vivle.” Mungkin masih
dikamarnya, “biar aku lihat “makan dengan baik sarapanmu sayang..”
Crackkk. . . mrs vivle membuka pintu kamar josh, terlihat
kamarnya yang masih rapih dan josh yang masih bersembunyi di balik selimutnya masih
asik dalam alam mimpinya.”Ayolah josh ini sudah siang, bangunlah sarapanmu
sudah menunggu, kau tak ingin ayahmu mengomel kan. . .”, yang terdengar hanya
desahan josh yang masih berat untuk bangun dan mulai menikmati hari. Kembali mrs
vivle turun ke ruang makan, “mungkin sebentar lagi ia turun ayah..”. dan
beberapa saat kemudian,”Ayaah.. maaf. . .”
“Sudahlah josh cepat lah waktu tak akan menunggumu untuk
berlama lama lagi”. Josh habiskan sarapan dengan cepat dan segera pergi untuk
berlatih, mereka berpamitan pada mrs vivle dan tentu saja Fla.
“Mom.. bolehkah aku pergi main keluar?, cuaca hari ini
begitu bagus aku ingin main keluar. .” rengek si kecil fla pada ibunya. “tentu
saja putriku, jangan main jauh-jauh dari rumah”, sekejap saja fla tahu ia
mendapat izin kaki kecilnya segera mengambil langkah pergi keluar rumah.
Ia menengadahkan kepala mungilnya ke langit, langit biru
cerah tanpa awan, ia berjalan ke arah taman di sebelah rumahnya, ia mainkan
bonekanya , boneka kesayangannya yang tak pernah ia tinggal kemana pun fla
pergi. Dengan tingkah lucunya fla, ia mainkan boneka beruangnya bak ia hidup,
ia tertawa kecil memainkannya mengajaknya bicara, mengajaknya berjalan kesana
kemari, hingga permainannya ia hentikan sejenak karna tertegun melihat kelinci
yang sedang melompat dengan tak wajar. Fla mendekati kelinci perlahan, ia
waspada, dengan memeluk boneka beruangnya dengan lebih erat. Kelinci yang tak
berdaya itu hanya bisa diam pasrah tak dapat melarikan dirinya lagi. “Oh tuan
kelinci, kau terluka rupanya...” ia lihat bercak darah di kaki kelinci itu.
“Kemarilah kau kelinci, kasian sekali kau..”. ia tanggalkan begitu saja boneka
kesayangannya itu di rumput hijau taman, ia membopong kelinci itu dalam
pangkuannya. Mata birunya memandang kelinci itu dengan iba. Kemudian ia usapkan
tangannya, dan kau tau.. secara ajaib keluar cahaya hijau semu biru ajaib yang
begitu saja membuat kelinci itu dan yang kumaksud lukanya menjadi sembuh. Mata
birunya yang polos memandang kelinci itu dengan senang, “kini kau dapat kembali
bermain tuan kelinci..”. lalu diturunkan
kelinci itu dalam pangkuannya untuk pergi. Kelinci itu pun hanya memandang Fla
lalu seketika saja pergi. Fla merasa lelah sudah bermain, ia akhirnya pulang ke
rumah. Ia bayangkan mungkin sedikit kue dan segelas susu akan menjadi hal yang
bagus. Oh boneka beruangnya, ia yang sudah di ambang pintu kembali lagi ke
sebelah rumh dengan sedikit berlari, ia tak ingin boneka beruang kesayangannya
kepanasan diluar sana. “Ah.. kau boneka kesayanganku tenanglah, aku tak akan
meninggalkanmu...” ia berkata sambil memeluk boneka kesayangannya dengan
sayangnya. Segera ia berdiri dan kembali kerumah. Trriiing Tringg.... lonceng
pintu rumah berdenting saat pintu terbuka. “Oh manisku.. kau sudah selesai
bermain?” sapa mr vivle dangan senyum lembutnya pada fla.”Tentu mom,.. mom. .
aku ingin kue dan susu . . .” dengan manjanya ia meminta itu pada mr vivle, “tentu
saja manisku, akan mom ambilkan untukmu duduklah. .”, seketika saja mrs vivle
mengambilkan kue kesukaan fla dan segelas susu.
“Mom. . . aku ingin bercerita. . .” ucap fla dengan manja
sambil ia makan kuenya itu.”Iya.. ceritakan fla, mom ingin mendengarnya. .”.
“Tadi kulihat langit diluar biru sekali, tak ada awan mom, dan kami bermain
bersama, nomki mengajaku berjalan-jalan ia bercerita kepadaku ada peri yang
tinggal d taman samping rumah kita”. “Oh sungguh kah itu manisku? Peri peri itu
tentu mungil, dan mereka baik hati bukan? Kata mrs vivle menanggapi kisah anak
perempuanya itu . .”Wah.. mom benar, bagaimana mom tau? Apakah nomki
menceritakan itu pada mom? Tanya fla dengan rasa ingin taunya yang
besar,”sudaah habiskan kue mu.. dan jangan lupa cuci tanganmu setelah selesai,
taruhlah dulu beruang nomki kesayanganmu itu sejenak dan ikut ibu membuat makan
siang untuk ayah dan kakak nanti. .”, bujuk mrs vivle sekaligus menanggapi
pertanyaan yang sangat fla ingin ketaui itu. Dan fla hanya menanggapi dengan
mengangguk, ia segera kembali asyik melanjutkan memakan kue kesukaannnya itu.
Tentang kejadian ajaib tadi tak ada yang tau kecuali fla sendiri.
0 komentar:
Posting Komentar