25.2.13

5. Keinginan Josh dan Perekrutan

Standard

“Ayolah josh.. fokuskan fikiranmu, agar kekuatan yang keluar dari tubuhmu dapat keluar dengan stabil. .”. Teriakan mr christopher di hari yang semakin siang ini membuat josh semakin berkeringat dan mendengus kesal. Keringat josh sudah benar-benar membasahi seluruh tubuhnya. Terlihat kepingan batu berserakan dimana-mana, tanah yang sudah tak datar lagi dan noda hitam yang mewarnai beberapa pohon karna latian yang sedang josh lakukan. “Oh ayah.. aku sudah lelah. . .”, kata josh membujuk ayahnya agar diberikan waktu sebentar untuk beristirahat, yah.. ia merasa sangat lelah telah melakukan latihan seperti ini, yah.. dia memang biasa latihan sendiri tapi tak pernah se berat ini porsinya.
“Josh.. pahami apa yang telah yah katakan padamu, apa yang ada dalam diri semua terkendali dari atas dan dari bagian penghidup diri. Beristirahatlah sejenak”, perintah ayah yang seketika membuat josh merebahkan dirinya ke tanah dan menghela nafas lega.

Ia memejamkan matanya sejenak, kembali memutar kejadian beberapa detik sebelumnya sebelum kalimat ayah menyuruhnya untuk istirahat. Yaah.. kalimat yang membuat ia tak dapat tidur semalaman karna memikirkannya. Kemudian ia membuka matanya suara pohon yang tergerak karna angin yang sepoi membuat ia merasa sedikit relaks sambil merebahkan tubuhnya yang begitu lelah terasa, langit terlihat biru cerah, tanpa awan, matanya hanya menatap kosong ke arah langit itu. Josh menatap ayahnya yang sedang berdiri terpaku melihat ke arah gunung Yargos. “Tuhan berikanlah penerang untuk putraku josh” pinta mr christopher dalam hati sambil memandang gunung Yargos yang tinggi menjulang.
Hingga sesaat kemudian datang mrs vivle dan fla membawakan makan siang untuk mereka berdua. “Ayaah.. josh.. sudah waktunya makan siang, ibu membawakan makanan untuk kalian ayo kita makan bersama”. Seketika saja semua beban yang sedang josh rasakan terangkat, ia tersenyum dan segera mendekati ibunya. “mom.. mari biar aku bantu menyusun makanannya”, kata josh dengan segera. Beberapa saat kemudian tikar, piring, makanan, dan minuman sudah tertata dengan rapih seluruh anggota kluarga sudah berkumpul, mereka menghabiskan makan siang dengan santai di bawah naungan pohon yang rindang di bawah kaki langit biru cerah. “Istriku. . aku akan kembali senja nanti bersama josh, kau pulanglah dahulu dengan fla nanti” ucap mr christopher pada mrs vivle dengan lembut. Dan dengan senyum mrs vivle menjawab, ”baik suamiku”.
Setelah selesai menyantap makan siang dan membereskannya mrs vivle dan fla pun akhirnya pulang kerumah.
Tinggal josh dan mr christoper yang masih disana. Hembus angin itu setidaknya membuat suasana menjadi sedikit santai.”josh.. ayo kita mulai lagi latihan ini, coba kau keluarkan api dan bidik benda itu dengan tepat hingga hancur, fokuslah. . dan jangan hanya gunakan akalmu saja untuk melakukan ini”. Terbelalak kaget josh mendengar perkataan ayahnya itu. Dan ia kini mengerti, yang di maksud ayah adalah hati. Senyumnya tergurat sesaat, ia ambil nafas dalamnya “BRUSFIR” ia katakan dengan lantang dan menghayti apa yang telah ia ucapkan itu.
Api melucur dari tangannya bak komet yang melesat jatuh ke bumi fluuuusssshhh BRAKKKKKKKKKSS... suara batu besar itu terbelah. “Kau berhasil anakku kau berhasil..” seketika ayahnya memeluk josh, namun karna lelahnya tiba-tiba saja tubuh josh terhuyung  lemas d pelukan ayahnya. Mr christopher pun terkaget dan membawa tubuh putranya ke bawah pohon dan merebahkannya. Dengan menepuk nepuk pipi dan memanggil nama anaknya josh mr christopher berharap agar anaknya segera siuman. Sesaat kemudian mata josh perlahan terbuka, ia lihat dengan samar wajah ayahnya yang khawatir dan bahagia. Josh tersenyum di hadap ayahnya, “yah. . apa aku berhasil?” tanya josh dengan pelan kemudian ayahnya menjawab, “ya putraku kau kebanggaan ayah, kau berhasil . .”.
Josh kembali ingat pada waktu yang lalu ketika ia masih suka berlatih sendiri, ia masih ingat betul sekeras kerasnya ia berlatih ia hanya mampu untuk membuat hangus saja targetnya. Yah.. target tak dapat diledakannya. Meski ia harus terhuyung jatuh dan bangkit lagi. Itu semua adalah yang ia rasakan sebelum ia mampu memecahkan teka tekik dari ayahnya itu. “Akhirnya aku bisa...” ucap josh dalam batinnya.
Tanpa terasa matahari tlah berubah posisi, lembayung langit mulai menghiasi langit waktu itu. Mr christopher merangkul anaknya, kembali kerumah. Ia mengerti anaknya sudah bekerja keras, dan akhirnya mampu mengeluarkan kekuatannya dengan baik.
Di tengah perjalanan mereka kembali kerumah ayahnya berkata “Josh esok kau harus berlatih lagi, kau latih dirimu dengan baik , ayah hanya bisa mendampingimu satu hari saja dalam seminggu”. “Ya ayah.. aku mengerti, aku akan berlatih dan berlatih agar aku bisa lolos dalam perekrutan dan membuat ayah bangga”
Tringg.... lonceng pintu rumah berdenting ketika terbuka, “Selamat datang ayah, bagaimana latihan tadi.. “sapa mrs vivle, ia melihat wajah josh yang masih terlihat lemah dengan cemas.”Tak usah cemas istriku, josh hanya kelelahan, ia berhasil aku akan membawanya ke kamar agar ia bisa beristirahat..”
Dan begitulah hari itu terlewati. Sang mentari sedang bersiap untuk kembali ke peredaran.

0 komentar: