Selamat membaca,
dan sebelumnya saya mau minta maaf jika mungkin menyinggung. seutuhnya tulisan ini hanya sebuah opini, dan saya tak bermaksud untuk menjelekkan suatu pihak atau apapun. dan semoga jika memang ada yang menyalah gunakan, segeralah berubah. jangan kamu kotori jilbab yang sedang kamu pakai dengan kelakuan mu yang masih belum "terjaga".
Kamu tau, di agama ku menganjurkan bahkan mewajibkan setiap dari jenisku (perempuan) mengenakan pakaian yang tertutup dan dan berhijab yang sesuai dengan ketentuan tentunya (meski ku tau bagaimana tak mau ku tulis disini). dalam pergaulanku sejak SMA, aku adalah siswi yang paling tidak mau mengenakan jilbab. bahkan pernah dianggap agamaku bukan islam (perlakuan ini masih ku alami sampai saat ini dan ku abaikan). dulu aku mau bela-belain membawa 2 seragam (panjang dan pendek) untuk aku gantian kenakan ketika pelajaran agama. gurunya galak, dan mengharus kan siswinya menggunakan seragam panjang. semua siswi kecuali aku sudah memakai seragam panjang dari pagi. namun tidak denganku. aku berteman baik degan 4 sahabatku, mereka semua pria dan 3 diantaranya adalah non is. mereka selalu heran dengan tingkahku, bahkan hingga aku sebesar ini aku masih teringat satu kalimat dari salah sahabatku yang non is "kenapa sii kamu tak mau kenakan jilbabmu kaya yang lain?, yang udah pake baju panjang dari pagi". aku waktu itu hanya enteng menjawab "biarin aja. pewe, ga usa repot"
Dibalik kalimat yang aku utarakan itu, sebenarnya aku menyimpan banyak kekecewaan mengenai jilbab. sebenarnya bukan secara total hijab, aku menyukai hijab. dengan memakai hijab aku merasa lebih seperti aku yang sebenernya, aku lebih bisa menjaga semuanya, tutur, kelakuan, pandangan, bahasa tubuh. namun yang membuat ku mengurung kan menggunakan jilbab bahkan hingga saat ini karna aku merasa dikecewakan. aku terlalu banyak melihat mereka (perempuan) berjilbab namun tak mampu berkelakuan yang baik. binal, masih saja memamerkan bentuk lekuk tubuhnya, perkataan kasar yang mereka ringan sekali ucapkan. pergaulan mereka, ciuman mereka yang diumbar.
"Aku tanpa jilbab saja sulit untuk mengucap kata-kata kasar, kenapa mereka yang berjilbab ada yang masih bisa tega buat tubuhnya dipeluk dirangkul sana sini sama lelaki yang entah siapa meski bahkan hanya sekedar teman" dan tentang opini beberapa laki - laki yang katanya "wanita yang baik pasti berjilbab, aku mau cari yang berjilbab" kamu bodoh atau pemikiran kamu udah khilaf pergi sii?? (maaf)
menilai wanita yang baik buatmu, hanya dari jilbab yang dia pakai. oh please. . .
Terlebih, aku ga mau di kira pake jilbab untuk ikut-ikutan. ikut-ikutan apa? muka dua lah. sok alim lah.
Aku dengan tanpa jilbab pun mempelajari hal-hal yang ada di agamaku. jangan suruh aku berjilbab.
Ternyata kekecewaan ini sebelumnya pernah mama ku rasakan. kata mama ini normal kamu merasa begitu. dan nantinya hati kamu pasti akan luluh sendiri. bukan karna pandangan kamu mengenai jilbab yang dikenakan orang lain, tapi ini antara kamu tuhan dan jilbab yang kamu kenakan.
Saat itu aku hanya diam sebentar, di waktu mudaku ini aku masih memiliki beberapa pandangan yang mungkin kamu tak sukai seperti
- hidup ini hanya perlu jadi orang baik, ga harus jadi fanatik
- kebaikan dan benarnya orang bukan dilihat dari jilbabnya bukan dari agamanya
- berbagi soal hal keagamaan itu baik, tapi lihat siapa yang bicara kamu tidak tau apa yang dia sampaikan benar sepenuhnya
- tuhan itu tidak pernah mempersulit bagi umatnya untuk beribadah, dan ada dari yang tuhan sampaikan memang ga bisa buat di jelasin secara ilmiah.
- tuhan yang lebih tau, jadi kita yang cuma dikasih privilege lihat dengar ucap otak dan nafsu, ga usah mau coba ambil alih tuhan yang sudah tau dengan kelakuan yang sok tau. mending diam..
14.11.14
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
Aku setuju dengan tulisan ini :)
iya.. terima kasih yaa sudah mampir di blog saya :)
Posting Komentar