7.9.13

Mendekapmu

Standard
ada banyak hal yang tak kuduga hari ini. dan baru kali ini aku jatuh cengeng didepan papa. aku baru kesetrum karna sobeknya kabel kecil. aliran listrik menyemburat perih sampai ke dalam. padahal awalnya aku hanya ingin menonton tv acara kesukaanku, yang ingin ku tonton tanpa membayangkan kamu yang benar membuatku jengah. dan kamu pikir, aku yang sengaja menyobek sebagian kecil kabel tipis itu? andai kamu sadar bisa berfikir. aku yang miliki tv ini mana mungkin akan dengan sengaja menyobek kabel ini, yang kalo disobek yang ada aku bisa melukai diriku sendiri kena setrum. pernah ga menyadari dalam ruang ini ga cuma kamu dan aku yang idup?


aku mendengar ada suara mencicit tiap malam yang mengganggu tidurku, ketika kamu pergi. kamu ga akan ngerasa. . .
aku pingin kasi racun ke pengerat itu. tapi ku urungkan, aku ga ingin menebar bau bangkai dan kotoran didalam ruang ini. kamu yang akhrnya entah pergi kemana
sekembalinya kamu, aku kaget yang kamu bawa untukku bukanlah lagi wewangian yang kusuka itu. yang tiap pagi selalu kuciumi. kamu mwmbawa kobaran api dan kamu memaksa untuk masuk ke ruang yang kita sudah buat ini.
kamu tau? aku ga ingin ruang ini ikut terbakar, kamu coba saja menerjang aku. dan tuhan yang maha tau. hanya panasmu saja yang kurasa. kini aku masi mendekapmu yang kian membara.
kapan kamu akan menyadari bahwa bukan aku yang membuat kamu menjadi bara menyala, dan aku tersakit ssendiri karna sobekan yang tak kubuat.
kamu masi meronta ingin melepas dekapku. .
tapi setelah kulepas kau tetap saja ingin menerjangku, seperti aku lawanmu. dan tetap saja semua berakhir dengan aku yang tak terbakar.
mendekapmu. . .

0 komentar: