Aku tlah
lama terjerembab dalam rasa kesepian, tanpa rasa untuk mewarnai hati yang hitam
putih, tanpa senyuman untuk membahasakan jalan hidup yang tak slalu lurus.
Sendiri tlah menjadi sesuatu yang tak aneh untukku, kesendirian ini yang setia
hingga kini. Dalam sendiri aku bisa memandang diriku lebih dalam dalam sendiri
aku bisa mendapatkan sesuatu yang membuatku bisa bertahan dalam dunia mu dunia
kalian dunia kita. Aku bisa mendengarkan angin berbahasa pelan atau kencang
hingga mampu menerbangkan segala dikiran yang memberatkan ku. Langit hitam
diatas sana masih slalu setia menemani kesendirianku dengan sebaran bintang
banyak, ketika ku lelah aku hanya bersandar padamu tuhan yang tak miliki batas.
Yang dengan jalan takdirku kau menjawab segala doaku, menununtunku,
menguatkanku. dalam kesendirianku aku berharap ada yang ingin berubah. Ketika
fajar sudah mulai menampakan dirinya, cahayanya biru diselimuti sedikit orange
kembali menggugah diriku yang sendiri. Aku sudah lelah untuk mengucapkan apa
yang ada dengan lisanku.. sungguh aku lelah, aku hanya kembali bersandar
kepadaMu dalam lelapnya lelahku. Masih berapa lama lagi tuhan, waktu untukku
menunggunya?
Dari empat
mata angin ada yang mulai menarikku, namun hanya satu arah yang menuntunku. Aku
berpaliing sejenak menatap kesendirianku. Rasa berat tiba merangkul bayang
hitamku yang diterpa cahaya oranye. Aku tak tau arah yang kuat itu akan
menuntunku kemana akan menjadikan aku apa, aku tak tau. . . sedangkan dalam
palingku aku mengetahui hitam putihku yang tetap ingin meraihku...
0 komentar:
Posting Komentar