29.6.15

Bahas Wanita Benar & Pria Selalu Salah

Standard
wanita selalu benar dan ketika wanitanya salah, prianya lah yang disalahkan. intinya wanita selalu benar.
bahas ini ya :)

sebelumnya ini hanya opini dari penulis jadi tidak ada jawaban yang mutlak benar maupun salah.
menurut kalian para pria, apa sii maksudnya dari wanita selalu benar dan kalo wanitanya salah itu karna kamu para pria?
aku akan bahas ini diliat dari pandangan ketika udah berkeluarga. sebelumnya sorry, aku memang belum berkeluarga namun dalam pemikiran kamu bisa memposisikan dirimu dalam situasi apapun bukan?
bagi ku, statement wanita selalu benar adalah penghargaan yang diberikan pria pada wanitanya. pria yang baik tentunya ingin membahagiakan wanitanya bukan?
dan ini diperlihatkan dengan kebebasan untuk melakukan sesuatu yang dilakukan wanitanya secara bertanggungjawab yang tentu saja hal yang dilakukan wanitanya pun bermaksud untuk membahagiakan pria yang sudah membahagiakannya.
lalu, bagaimana dengan ketika wanita salah pria lah yang akan disalahkan. yang sabar ya para pria, kalian tau ketika seorang wanita sudah jadi makmum mu yang di syah kan melalui "pernikahan" wanita itu mutlak menjadi tanggungjawabmu. tanggungjawab jangan kamu lihat cukup sebatas menafkahinya dengan materiil. nafkahi lahir batin, untuk batin tentu para pria bisa berfikir dengan aku bahagiakan wanitaku itu mewakili nafkah batin. yaah jika segitu saja pandangannya itu belum cukup. wanitamu membutuhkan bimbingan darimu. kamu sebagai prianya pun bertanggungjawab untuk mendidik wanitamu, dengan mendampinginya. seperti, ketika seorang anak melakukan kesalahan, siapa yang akan kena lirik? orang tua bukan. begitu juga dengan wanitamu, ketika wanitamu salah maka pria yang akan kena liriknya. statement jika wanita yang salah pria lah yang akan disalahkan diberikan kepada wanita yang menikmati dan membebaskan kebebasannya untuk dilakukan secara bertanggungjawab. manusia tempat salah, jadi peranmu sebagai pria disinilah waktunya untuk membimbing wanitamu.jangan lihat dari "pria yang salah" tapi cobalah rubah untuk memaknai hal itu menjadi "saling membahagiakan, aku tak hanya mendampingimu namun juga menjadi kewajibanku untuk membimbingmu".

0 komentar: